Teladan Rasulullah Saat Minum

Rep: c30/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 18 Jun 2015 15:54 WIB

Meneladani Rasulullah SAW. Foto: 4shared.com Meneladani Rasulullah SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW memberikan contoh yang baik saat minum. Beliau tidak minum sambil berdiri, melainkan sambil duduk. Selain itu, Rosulullah SAW juga melarang minuman tersebut ditiup atau bernapas di dalam gelas.

Suatu hari, Kholifah Marwan bin Hakam bertemu dengan Abu Said al-Khudry. Marwan bertanya, “Apakah engkau mendengar Rasulullah SAW melarang meniup air minum?” kemudian Said menjawab, “Benar.”

Rasulullah tidak pernah bernapas saat minum, Rasulullah juga tidak pernah meniup air panas supaya dingin. Hal demikian dilakukan supaya, menghindari jatuhnya kotoran yang berasal dari dalam perut, kemudian keluar melalui mulut ataupun hidung. Itulah kenapa Rasulullah melarang.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika kalian minum, maka janganlah mengambil napas dalam air minumnya,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Anas bin Malik RA juga menceritakan. Dirinya melihat Rasulullah mengambil napas sebanyak tiga kali di luar gelas, kemudian barulah Rasulullah meminum air tersebut. Anas menanyakan, kenapa Rasulullah melakukan hal demikian?

Rasulullah menjawab, karena yang dilakukannya itu jauh lebih segar, lebih enak, dan lebih nikmat. Rasulullah juga mengatakan, jika memang di antara umatnya terpaksa harus benapas. Maka, Rasulullah menganjurkan supaya mengangkat gelas itu terlebih dahulu dan menjauhkannya dari mulut.

Setelah itu, Rasulullah juga menganjurkan supaya menutup gelas tersebut, untuk menghindari jatuhnya segala macam penyakit masuk ke dalam gelas. Selain melarang meniup atau bernapas di dalam gelas, Rasulullah juga melarang meminum air langsung dari teko atau tempat air minum.

Karena meminum dengan cara seperti itu dapat membuat orang tersebut terengah-engah, bernapas di dalam wadah air, dan juga tidak bisa mengatur seberapa banyak air itu masuk kedalam mulut.

Rasulullah mengatakan, “Janganlah kalian minum pada satu bejana dengan satu kali teguk, sebagaimana minumnya keledai. Namun minumlah dalam dua teguk-dua teguk, atau tiga teguk-tiga teguk. Sebutlah nama Allah ketika kalian hendak minum, dan ucapkanlah Alhamdulillah ketika lepas dahaga kalian” (HR. Bukhori)

Suatu hari, Anas dan Qatadah menemui Rasulullah dan bertanya, “Bolehkah minum sambil berdiri?” kemudian Rosulullah SAW bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barang siapa lupa hendaklah dia memuntahkannya.” (HR. Muslim).

Rasulullah melarang hal demikian untuk kemanfaatn juga pada tubuh manusia. Jika minum sambil berdiri, maka air akan masuk pada tubuh tanpa ada proses penyaringan terlebih dahulu. Tapi saat minum dengan duduk, air akan disaring terebih dahulu oleh sfringer, kemudian dialirkan pada pos-pos penyaringan sebelum masuk ke ginjal.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X