Cara Berpuasa Tanpa Mulas dan Sakit Maag

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indah Wulandari

 Rabu 17 Jun 2015 10:20 WIB

Penderita Maag (ilustrasi) Foto: IST Penderita Maag (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Beberapa komplikasi penyakit bisa saja timbul ketika Anda berpuasa, apalagi jika Anda sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti mulas dan sakit maag.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menanganinya sewaktu menjalani ibadah dibulan suci ini. Berikut adalah beberapa saran yang diberikan oleh ahli medis dan ulama, dilansir dari NHS, Rabu (17/6).

Puasa biasanya mengurangi jumlah asam lambung yang berfungsi mencerna makanan dan membunuh bakteri. Namun, jika tubuh tak mendapatkan makanan dalam waktu tertentu biasanya akan meningkatkan jumlah asam lambung dan akhirnya menyebabkan mulas.

Orang yang secara teratur minum obat untuk asam lambung disarankan untuk tetap mengonsumsinya di waktu makan sahur. Cara menghindari mulas ketika berpuasa adalah dengan memoderasi makanan.

Hindari makanan berminyak, makanan gorengan, dan makanan sangat pedas. Anda juga diminta mengurangi asupan kafein dan berhenti merokok.

Siapkan juga minyak beraroma peppermint yang bisa mengurangi sendawa atau perut tidak nyaman. Tidur dengan kepala terangkat dibantu beberapa lapis bantal juga bisa membantu mencegah maag datang.

Untuk mencegah lambung dalam keadaan kosong, penderita maag yang berpuasa harus makan sahur. Makan sahur berguna untuk mempertahankan tingkat keasaman lambung dalam batas normal.

Penderita sakit maag yang puasa juga harus segera membatalkan puasanya ketika jadwal berbuka tiba. Saat berbuka mulailah dengan minuman yang hangat. Hal ini memberikan kesempatan bagi lambung untuk beradaptasi pada suhu setelah 12 jam berpuasa.

Makan juga disarankan secukupnya agar dinding lambung lebih rileks ketika berkontraksi, dan menghindari peregangan dinding lambung yang berlebihan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X