Santri Daarul Quran Ketapang Jadi Imam Taraweh di New York

Red: Damanhuri Zuhri

 Senin 08 Jun 2015 21:43 WIB

 Ustaz Yusuf Mansyur menyaksikan Afif Okjil dan Syafril Mude, dua santri Daarul Quran yang akan jadi imam salat taraweh di masjid New York. Foto: Dok. Daarul Quran Ustaz Yusuf Mansyur menyaksikan Afif Okjil dan Syafril Mude, dua santri Daarul Quran yang akan jadi imam salat taraweh di masjid New York.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Seiring meningkatnya jumlah Muslim Amerika, kebutuhan akan imam masjid makin terasa dibutuhkan. Saat ini, meski belum ada data pasti, diperkirakan ada enam sampai sembilan juta kaum Muslim di Amerika. 

Penelitian yang dilakukan tahun 2011 menunjukkan hanya ada 44 imam masjid di Amerika Serikat yang menjadi imam penuh dan mendapatkan gaji rutin. Kebutuhan akan imam masjid terasa saat datangnya bulan suci Ramadhan. 

Kebutuhan akan imam masjid untuk memimpin shalat Taraweh sering membuat pengelola masjid mendatangkan relawan dari negara lain. Relawan yang didatangkan biasanya para santri penghafal Alquran. 

Santri dari Indonesia sering mendapatkan panggilan untuk menjadi relawan memimpin shalat Taraweh atau lainnya. Tahun ini, dua santri Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an terpilih untuk memimpin shalat Taraweh di masjid di New York. 

“Waktu Ustaz Yusuf Mansur berkunjung ke Amerika Serikat belum lama ini, ada permintaan dari komunitas Muslim di sana untuk mengirimkan santri yang akan bertugas menjadi imam shalat Taraweh nanti,'' ungkap Ustaz Slamet Ibnu Syam kepada Republika, Senin (8/6).

Alumnus Universitas Damaskus, Syria, ini mengatakan kedua santri Daarul Quran akan segera berangkat ke Amerika Serikat. ''Alhamdulillah, dua santri kami akan segera berangkat,''  kata Ustaz Slamet Ibnu Syam, pengasuh Ponpes Daarul Qur’an. 

Ia menyebutkan, keberangkatan kedua santri Daarul Quran ke New York tidak lepas dari peran Ustaz Muhammad Syamsi Ali, tokoh Muslim Indonesia yang menjadi imam Masjid di New York. 

''Beliau merupakan warga negara Indonesia yang telah menetap selama 18 tahun di New York. Ayah lima anak ini merupakan imam dan Ketua Yayasan Masjid Al-Hikmah, yang didirikan Muslim Indonesia di Astoria. Selain itu ia juga tercatat sebagai Direktur Jamaica Muslim Center di Queens,'' jelas Ustaz Slamet. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X