Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Sepp Blatter: Saya Hanya Ingin Melindungi FIFA

Ahad 07 Jun 2015 19:36 WIB

Rep: C35/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sepp Blatter mundur dari presiden FIFA.

Sepp Blatter mundur dari presiden FIFA.

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH –- Joseph Sepp Blatter akhirnya kembali angkat bicara soal alasannya mengundurkan diri dari kursi jabatan Presiden FIFA. Berbicara kepada Bild am Sonntag, pria berusia 79 tahun itu menyiratkan keputusan mundur diambilnya demi kebaikan sepak bola dunia dan internal organisasi FIFA.

“Saya hanya ingin melindungi FIFA sebagai lembaga dan sepak bola dunia”, katanya kepada Bild am Sonntag dikutip Goal, Ahad (7/6).

Seperti dilaporkan sebelumnya Blatter, resmi mengundurkan diri sebagai Presiden FIFA pada Selasa (2/6) malam waktu Indonesia. Pengunduran diri Blatter itu berselang lima hari setelah dia terpilih kembali sebagai pucuk pimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut dalam kongres yang digelar pekan lalu.

Dua hari sebelum kongres itu, pada 27 Mei 2015, tujuh pejabat FIFA ditangkap oleh polisi Swiss di Zurich menuruti permintaan dari penegak hukum Amerika Serikat. Para tersangka diduga terlibat dalam skandal korupsi senilai lebih dari 150 juta dolar AS yang terjadi sejak awal 1990-an.

Secara terpisah, kepolisian Swiss juga membuka penyelidikan kriminal terkait penawaran Piala Dunia 2018 dan 2022. Pada hari yang sama dengan mundurnya Blatter, Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke diselidiki dengan tudingan melakukan transaksi pembayaran 10 juta dolar AS dari para pejabat Afrika Selatan untuk mantan presiden Concacaf Jack Warner.

Sejauh ini, belum ada proses hukum yang menjerat Blatter terkait aneka dugaan korupsi dan suap di FIFA. Meski begitu, Reuters melaporkan bahwa seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi adanya investigasi atas Blatter oleh Biro Investigasi Federal (FBI) dan kejaksaan AS.

Berita soal investigasi atas Blatter sebelumnya juga diberitakan New York Times dan ABC News. FBI enggan mengomentari hal tersebut.

Tudingan itu tidak langsung dibantah Blatter, namun putrinya Corinne Blatter-Andenmatten yang justru berbicara. "(Keputusan ayah saya) tak ada kaitannya dengan tudingan-tudingan yang beredar," kata Corinne Rabu pekan lalu.

Kini Blatter kembali buka suara. Namun ia tidak menyinggung soal tudingan tersebut. Ia hanya mengatakan ingin melindungi FIFA. "Dalam kongres luar biasa reformasi lebih jauh akan dilakukan dan presiden baru akan dipilih," tambah dia kepada Bild am Sonntag.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA