Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Penguatan Dolar Ganggu Pertumbuhan Ekonomi AS

Ahad 07 Jun 2015 15:31 WIB

Rep: c91/ Red: Dwi Murdaningsih

Gedung Dana Moneter Internasional (IMF) Washington DC

Gedung Dana Moneter Internasional (IMF) Washington DC

Foto: EPA/MATTHEW CAVANAUGH

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- International Monetary Fund (IMF) mengurangi proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Tak hanya itu, IMF pun meminta Federal Reserve menahan kenaikan suku bunga acuan sampai 2016.

Pada ulasan tahunan tentang ekonomi AS, IMF mengatakan, serangkaian kejutan negatif seperti apresiasi dolar AS dan cuaca buruk sudah mengganggu pertumbuhan ekonomi. Pembukaan lapangan kerja juga sulit.

IMF menambahkan, penurunan harga minyak turut menghambat pertumbuhan di kuartal pertama. Dilansir The Wall Street Journal, Ahad (7/6), data ekonomi yang tak sesuai harapan, bisa bermaksud penangguhan suku bunga acuan oleh bank sentral AS sampai semester pertama 2016.

Tindakan IMF tersebut bersamaan dengan munculnya sejumlah risiko pada sistem keuangan, terutama asuransi serta pasar uang. Di tengah tingkat suhu bunga Fed rendah, para investor memberikan dana pada aset yang berisiko lebih besar, untuk mendapat imbal hasil lebih tinggi.

IMF mengingatkan, kenaikan suku bunga dapat memicu penyeimbangan portofolio internasional secara signifikan. Inflasi pun kemungkinan melambung lebih cepat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA