Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Toyota Astra Motor Pangkas Biaya Logistik dan Stok

Rabu 03 Jun 2015 20:58 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Teknisi melakukan pelayanan servis mobil di bengkel Toyota Astra Motor (TAM) Sunter 2, Jakarta (20/5).

Teknisi melakukan pelayanan servis mobil di bengkel Toyota Astra Motor (TAM) Sunter 2, Jakarta (20/5).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Toyota Astra Motor (TAM) memangkas biaya logistik dan stok dengan membuat inisiatif baru yang mengambilalih sebagian fungsi dealer untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah pasar otomotif yang lesu.

"Inisiatif ini merupakan upaya kami menghadapi persaingan yang ketat dan dinamis, serta tingginya tuntutan pelanggan," kata Presdir TAM Hiroyuki Fukui, pada jumpa pers, di Jakarta, Rabu (3/6).

Dalam inisiatif baru itu, TAM mengambil alih fungsi dealer dalam pemasaran produk, purna jual, dan operasional logistik. "Kami akan melakukan sentralisasi dengan memanfaatkan sistem Teknologi Informasi (TI)," ujar Fukui.

Terkait dengan insiatif baru yang akan dilakukan semester kedua tahun ini, ia juga mengatakan TAM akan melakukan manajemen terpusat untuk logistik dan stok, guna mempercepat pemenuhan permintaan pelanggan. "Sebelumnya ada mobil yang diinginkan konsumen ada di (dealer) B atau C tidak bisa ditanggapi cepat," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, fungsi dealer akan fokus pada pelayanan kepada pelanggan, mendengarkan suara konsumen, dan melakukan penjualan.

Dengan inisiatif baru yang dimulai pada Agustus 2015 itu, menurut dia, keberadaan dealer utama masih penting dan strategis untuk membantu pembinaan dealer-dealer kecil di daerah. "Kami tidak berencana membawa dealer dari Jepang," ujar Fukui menegaskan.

Sayangnya, ia tidak mengungkapkan berapa efisiensi biaya yang ditimbulkan dari inisiatif baru dengan memangkas fungsi dealer utama tersebut. Bahkan Fukui mengakui efisiensi tersebut tidak berdampak pada harga mobil yang dijual Toyota. "Harga sangat ditentukan oleh pasar dan persaingan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA