Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Ini Tanggapan Netizen Terkait Pernyataan Ade Armando

Rabu 20 May 2015 15:55 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Akun Twitter Ade Armando

Akun Twitter Ade Armando

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI), Ade Armando membuat pernyataan kontroversial di akun media sosial Facebook dan Twitter miliknya. Ade menyebut Allah bukan orang Arab dan akan senang jika ayat-ayat Alquran dibaca dengan berbagai gaya, salah satunya secara hip-hop.

Berbagai komentar pun berdatangan menanggapi pernyataan tersebut. Salah satunya pemilik akun @ririndjunaediQB. "Berani nggak bapak nyanyiin lagu Indonesia Raya dengan langgam dangdut koplo atau Betawi dengan nada dasar Kicir-Kicir?," katanya.

"Darimana anda tahu kalau Allah senang..anda hanya menhayal..anda bukan nabi..bukan pula ulama yg tahu perkataan Allah & nabinya," kata pemilik akun @serigalapagi ikut menanggapi.

"Anda sadar akan omongan anda? Bertobatlah jika nalar-sehatmu sdh balik," kata pemilik akun @arwidodo.

Di akun Facebook Ade Armando, pernyataan ini juga mendapatkan banyak tanggapan. "Sekalian aja tulisannya ganti pake tulisan jawa ama china kan allah bukan orang .....arab," kata pemilik akun Facebook Iwank Cengko Interku.

Pemilik akun Facebook Mang Ikin juga menanggapi pernyataan Ade Armando. "Sebagai orang awam saya berpendapat, baiknya, dalam menjalankan ajaan agama itu biasa-biasa saja, tidak berlebih-lebihan. Bersahaja dengan aturan yang ada dan dikukur dengan hati nurani. Membaca AlQuran tidak terlalu dinilai lagunya, tapi yang penting bacaannya sesuai kaidah tajwid, makhrajul huruf, dan tartil. Membaca AlQuran juga bukan seni pentas di atas panggung atau di depan forum, tetapi merupakan bacaan yang harus dibaca secara rutin setiap hari dan isinya dipelajari untuk difahami dan dijadikan petunjuk oleh setiap muslim," jelasnya.

Ade Armando ikut menanggapi berbagai tanggapan tersebut bahkan budaya Arab tidak lebih tinggi dari pada kebudayaan lainnya. "Arab itu tidak lebih tinggi daripada kebudayaan lain. Mari kita berhenti menyangka menjadi Islam adalah menjadi Arab," ujar Ade.

(Berita sebelumnya baca di sini)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA