Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Kontroversi Nada Alquran

Menag: Tilawah Langgam Jawa Bukan Hal Baru

Rabu 20 May 2015 03:26 WIB

Rep: c83/ Red: Agung Sasongko

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin

Foto: ROL/Fian Firatmaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kementerian agama dapat memahami pandangan beragam yang terjadi di masyarakat terkait tilawah Alquran menggunakan langgam Jawa. Ia menjelaskan, tilawah menggunakan langgam jawa bukanlah hal yang baru.

Pada bulan Maret lalu, Kemenag telah memunculkan tilawah Quran menggunakan langgam jawa dalam acara penutupan musabaqah tilawatil Quran di Istana Wakil Presiden menggunakan qari yang sama yakni Yaser Arafat.

"Kami bisa mengerti jika muncul pandangan yang beragam terkait tilawah Alquran dengan langgam Jawa. Karena ini sesuatu yang baru. Meskipun sebenarnya bukan baru pertama kali. Kita sudah lakukan pertama di Istana wapres, kedua pada peringatan Isra Mi'raj," ujar Lukman saat ditemui usai membuka rakernas di Hotel Mercure ancol, Selasa malam (19/5).

Ia menjelaskan, acara penutupan musabaqah Asia Pasifik di Istana wapres beberapa waktu lalu, dihadiri oleh juri berskala internasional. Walaupun para juri merasa hal tersebut merupakan hal yang baru. Namun tidak ada diantara mereka yang menyalahkan bahkan mengharamkan tilawah quran menggunakan langgam jawa tersebut

"Kami tidak mendengar mereka mengatakan itu (menyalahkan dan mengharamkan)," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA