Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

Irman Gusman, Ketua DPD Terpilih

Sabtu 03 Oct 2009 12:53 WIB

Red:

JAKARTA -- Anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) asal Sumatra Barat, Irman Gusman, akhirnya terpilih sebagai ketua DPD periode 2009-2014. Dalam voting pemilihan, Irman mengungguli anggota DPD asal Sulawesi Tenggara, Laode Ida.

Dalam pemungutan suara tahap terakhir di rapat paripurna DPD, Jumat (2/10) dini hari, Irman berhasil meraih suara dukungan sebanyak 81 suara. Sementara itu, Laode Ida mendapat 46 suara.

Sebenarnya, dalam pemungutan suara tahap terakhir itu, ada tiga nama yang lolos. Tapi, kandidat ketiga, yaitu anggota DPD asal Yogyakarta, GKR Hemas, menyatakan mundur dari persaingan untuk posisi ketua DPD. Namun demikian, dalam komposisi kepemimpinan DPD periode 2009-2014, GKR Hemas tetap menjadi wakil ketua DPD bersama Laode Ida.

Setelah resmi terpilih, Irman Gusman, GKR Hemas, dan Laode Ida langsung diambil sumpahnya sebagai pimpinan DPD periode 2009-2014.

MPR diarahkan aklamasi

Sementara itu, konstelasi politik di DPR dalam hal pimpinan ketua MPR mengarah pada terbentuknya koalisi besar. Koalisi partai besar dan menengah minus PKS mengarah pada dukungan untuk Taufik Kiemas sebagai ketua MPR periode 2009-2014.

''Koalisi besar partai sudah melakukan komunikasi-komunikasi politik yang intens,'' kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR, Marwan Jafar, Jumat (2/10).

Sesuai agenda parlemen, pemilihan ketua MPR akan dilansungkan pada Sabtu (3/10). Menurut Marwan, pada Kamis (2/10), PKB telah melakukan lobi dengan Partai Demokrat (PD) dan PDIP.

Lobi yang dihadiri Syarif Hasan (saat itu masih ketua fraksi PD--Red) dan Ketua Fraksi PDIP, Tjahjo Kumolo, menghasilkan kesepakatan melahirkan koalisi besar. Koalisi besar partai ini, lanjut Marwan, secara kuantitatif mendekati kemungkinan terwujudnya keputusan lewat aklamasi ketimbang lewat voting.

Wakil Ketua DPD Laode Ida membenarkan adanya upaya mengarah aklamasi untuk ketua MPR. ''Sedikit berkembang arahnya aklamasi, sedang diembuskan untuk pastikan Taufik Kiemas yang diusung,'' ujar Laode.

Laode keberatan jika DPD hanya kebagian satu wakil ketua MPR. Ia beralasan, komposisi seperti itu mengurangi makna pimpinan sebagai simbol gabungan DPR dan DPD.

Persoalan komposisi tampaknya akan menjadi masalah karena DPD ingin komposisinya 3:2. Sementara parpol cenderung 4:1. Hal ini untuk mengakomodasi PKB.

Sumber Republika menyebutkan, PG awalnya tetap ingin mendorong Ginandjar Kartasasmita sebagai ketua MPR. Namun, ketika dilakukan penjajakan ke fraksi-fraksi, ternyata banyak yang tidak sepakat. Salah satu alasannya adalah fraksi-fraksi lebih menginginkan ketua MPR berasal dari unsur DPR, yang jumlah anggotanya lebih besar dibanding anggota DPD.

Sekjen PDIP, Pramono Anung Wibowo, menegaskan, kandidat pimpinan MPR yang sudah fix adalah Taufik Kiemas, Hajrianto Tohari, dan Lukman Hakim Syaifuddin. Satu nama lagi, kata dia, masih menunggu usulan dari PKB. Sementara itu, untuk wakil dari DPD dalam 'paket' ini masih muncul beberapa nama yang berpeluang kuat, yaitu Djan Faridz, Aksa Mahmud, dan Aida Ismet. ann/dri/ant

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA