Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Senin, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 Desember 2018

Jembatan Bersuasana Empat Negara dari Empat Benua

Ahad 09 Nov 2008 02:21 WIB

Red:

Entah disengaja atau tidak, di Jakarta mulai bermunculan beberapa pusat perbelanjaan (mal) yang memiliki dua gedung atau lebih. Biasanya, sebagai penghubung digunakan jembatan. Jika pada umumnya jembatan hanya berfungsi sebagai alat penghubung antara dua tempat, tidak demikian fungsi jembatan bagi sejumlah mal, termasuk yang kini banyak berkembang di Jakarta. 

Di pusat perbelanjaan, jembatan tidak tidak hanya berfungsi sebagai media yang memungkinkan orang untuk berpindah dari satu mal ke pusat perbelanjaan lainnya. Namun, ada nilai lebih yang ditawarkan di jembatan mal. Coba saja tengok Skywalk yang menghubungkan Pondok Indah Mal (PIM) satu dan dua. Skywalk PIM terbagi menjadi dua, yakni Skywalk Utara dan Skywalk Selatan. Masing-masing memiliki dua jembatan yang tersusun secara bertingkat. Jadi, total ada empat buah jembatan yang menghubungkan PIM satu dan dua.

Yang menarik adalah ketika melewati jembatan ini, pengunjung seolah-olahtidak melewati sebuah jembatan. Melainkan seperti berjalan-jalan di sebuah area mal. Ini lantaran suasana Skywalk memang dibuat menjadi bagian dalam pusat perbelanjaan tersebut. Lengkap dengan tenant-tenant berikut dengan nilai tambah lain, yakni dapat menikmati pemandangan jalan di sisi kiri dan kanannya.

Menikmati pemandangan sekitar PIM saat melalui jembatan memang mudah dilakukan. Selain karena dindingnya yang menggunakan kaca tembus pandang, juga karena Skywalk tepat berada di atas jalan raya. Sehingga lalu lalang kendaraan dari dan ke PIM dapat terlihat jelas dari tempat ini.Pengelola PIM menyediakan tempat duduk di setiap sisi kiri dan kanan jembatan, tepat didekat kaca. Tempat duduk tersebut dapat digunakan oleh setiap pengunjung untuk beristirahat. Baik sekadar duduk dan menikmati pemandangan lalu lalang kendaraan, atau juga tempat makan dan minum yang telah dibeli sebelumnya.

Jika diperhatikan, ada sedikit perbedaan pada tenant yang berlokasi diSkywalk PIM. Kebanyakan tenant yang berada di sini biasanya tidak berumur panjang. Atau lebih tepatnya, hanya buka selama kurun waktu dan peristiwa tertentu saja. Jenis barang yang ditawarkan pun umumnya seragam. Jadi, bisa dikatakan Skywalk menjadi tempat pameran untuk suatu jenis barang tertentu. Misalnya, pengelola sedang membuat promosi tempat tidur, maka tempat ini akan dipenuhi berbagai macam produsen atau pun distributor tempat tidur. Dalam dan luar negeri. Tidak jarang pula beberapa tenant yang ada di dalam PIM menjajakan dagangnya di areal jembatan ini.

Tampaknya, memanfaatkan jembatan sebagai lokasi bisnis menjadi pilihanyang cukup menjanjikan. Banyaknya pengunjung yang menggunakan fasilitas ini menjadi alasan utama kenapa banyak orang yang tertarik untuk membuka usaha di jembatan. Khusus di PIM, karena sifatnya yang bisa digunakan secara eceran. Maksudnya, dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih bebas. Atau hanya untuk selang waktu dan moment tertentu saja.

Belakangan, tak hanya PIM yang memanfaatkan ruang dan potensi yang ada di jembatan, Grand Indonesia (GI) pun melakukan hal serupa. Bahkan mal baru di jalan protokol ini  menjadikan jembatan yang dimiliki sebagai salah satu keunggulan dan yang membedakannya dengan mal lain. Berbeda dengan PIM yang mengecer lahan jembatannya, GI justru menjadikan jembatannya sebagai sebuah penghubung empat negara dari empat benua.

Jembatan GI dinamai Skybridge. Jembatan ini menghubungkan antara East Mall dan West Mall. Nilai lebih yang ditawarkan jembatan ini adalah area yang disebut Crossroad to the World. Meskipun belum resmi dirilis, Crossroad to the World sudah banyak menarik perharian masyarakat. Banyak orang yang membicarakan mengenai keunikan konsepnya dan mulai datang untuk melihat.

Sesuai dengan namanya, Crossroad to the World merupakan jembatan untukmenyeberang ke dunia lain. Di area yang terletak di lantai 3A dan lantai 5 ini, terdapat empat konsep. Yaitu Timur Tengah, Asia, Amerika, dan Eropa.Ini terlihat dari desain dan suasana mal yang berbeda. Timur Tengah diwakili oleh desain ruangan khas Maroko. Asia diwakili Jepang, Amerika terjelma dengan desain bagai kota New York, Amerika Serikat. Sementara Eropa diwakili kota Paris, Prancis.

Tiap kota didesain sesuai dengan karakteristik yang menjadi ciri khas kota masing-masing. Di area Jepang misalnya. Di tempat ini, pengunjung akan merasakan nuansa Jepang masa lampau. Lengkap dengan pohon sakura, lampion, serta alunan musik tradisional Jepang. Pencahayaan pun dibuat redup dengan sumber cahaya hanya berasal dari lampu lampion. Di kiri-kanan jalan, dapat ditemui berbagai macam restoran yang menawarkan beragam jenis makanan Jepang.

Lain halnya dengan area New York. Di sini, pengunjung dapat merasakan suasana kota New York yang terkenal dengan kereta bawah tanahnya. Pengunjung pun dapat masuk dan melihat suasana kereta yang sedang berhenti di stasiun untuk menurunkan dan menaikan penumpang. Sedangkan di area Paris, pengunjung dimanjakan dengan keglamoran dan keindahan arsitektur Eropa. Suasana langsung berubah begitu pengunjung memasuki area Maroko.

Kemewahan serta keglamoran langsung berganti dengan suasana pasar Timur Tengah. Suhu ruangan pun langsung berubah. Jika di area lain tidak terlalu panas, di arena ini hawa sedikit terasa panas. Sepertinya, suhu ruangan dikondisikan layaknya suhu di kota yang sebenarnya. Seperti di area Jepang, area New York, Prancis, dan Maroko didominasi oleh tenant yang menjual makanan. Tenant yang ada di setiap area pun sepertinya disesuaikan dengan tema area.

Setiap pengunjung akan disuguhi perubahan suasana yang sangat terasa begitu memasuki sebuah area. Dengan konsep ini, setiap pengunjung yang melewati Skybridge GI seakan-akan tidak melalui sebuah jembatan. Melainkan melewati empat negara di empat benua. Pengunjung yang melewati area Crossroad to the World, bagai sedang berwisata mengelilingi dunia.

Apa yang dilakukan PIM dan GI tampaknya membuktikan bahwa bagi mal jembatan tidak sekadar alat untuk menghubungkan satu gedung ke gedung yang lain. Definisi jembatan diperkaya menjadi sebuah hal yang memiliki nilai lebih. Mulai dari sebagai sebuah potensi pengembangan bisnis hingga fasilitas untuk memanjakan pengunjung.  ci1

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA