Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Jawa Timur Juara Umum PON XVII

Sabtu 19 Jul 2008 03:32 WIB

Red:

SAMARINDA--Kontingen Jawa Timur keluar sebagai juara umum PON XVII Kaltim yang digelar di enam kabupaten dan kota 5-17 Juli 2008. Dengan mengumpulkan 139 medali emas, 114 perak dan 111 perunggu, Jatim menggeser dominasi DKI Jakarta yang selalu menjadi langganan juara umum PON. DKI sendiri menempati urutan kedua dengan 122 medali emas, 118 perak, dan 123 perunggu.

Tuan rumah Kaltim mencatatkan sejarah masuk lima besar PON untuk pertama kalinya dengan bertengger di urutan ketiga dengan raihan 116 emas, 110 perak dan 115 perunggu, mengungguli Jawa Barat yang menguntit di posisi keempat dengan 101 emas, 84 perak dan 130 perunggu. PON XVII Kaltim, yang dibuka Presiden SBY pada 5 Juli lalu, secara resmi ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla di Stadion Utama Kaltim, Palaran, Samarinda, Kamis (17/7) malam.

Acara penutupan diwarnai pergelaran tarian kolosal yang melibatkan ribuan penari karya seniman Djaduk Ferianto. Sedikitnya 50 ribu warga kota Samarinda dan sekitarnya yang memadati Stadion Utama Kaltim juga disuguhi pesta kembang api.

Dalam acara penutupan itu dilakukan juga penyerahan bendera PON dari pejabat Gubernur Kalimantan Timur, Tarmizi A Karim, kepada pejabat Gubernur Riau, Wan Abubakar. Provinsi Riau terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XVIII pada 2012 mendatang.

Ketua Tim Pengarah Pengawas PB PON XVII, Hendardji Supandji, yang juga wakil ketua umum KONI, menilai PON Kaltim berlangsung sukses meski terdapat beberapa kendala. Di antara kendala tersebut adalah letak venue yang berjauhan sehingga menyulitkan koordinasi. ''Ditambah lagi sumber daya manusia di panitia pelaksana yang belum terbiasa menggelar event nasional.'' Ia juga berharap sarana dan parasarana di Kaltim bisa dijadikan salah satu venue pada SEA Game 2011 saat Indonesia menjadi tuan rumah.

Dari segi prestasi, katanya, PON XVII cukup membanggakan mengingat secara mengejutkan mampu menciptakan 176 rekor, terdiri dari 115 rekor PON, 58 rekor nasional, dua rekor SEA Games, dan satu rekor Asian Games. ''Ini merupakan pemecahan rekor terbanyak sepanjang penyelenggaraan PON.''

Rekor Asian Games dicetak oleh Sri Hartati, atlet angkat berat kelas 56 kg asal Provinsi Lampung. Sri memecahkan angkatan 115 kg atas nama Ikeya Ayako (Jepang) dan mengukir rekor baru dengan angkatan 125 kilogram.Sedangkan pemecahan rekor SEA Games dilakukan oleh atlet angkat berat Provinsi Lampung, Marlina, yang memecahkan rekor atas atas namanya sendiri, serta atlet ski air Jawa Timur, Endhar Pupul Giritya, yang menumbangkan catatan atlet Malaysia.

Hendardji mengatakan dengan selesainya PON XVII, KONI segera melaksanakan pelatnas jangka panjang, yang dimulai November, untuk mempersiapkan diri bagi SEA Games 2009 yang digelar di Laos. ''Pelatnas ini akan diikuti setidaknya 22 cabang olah raga. Atlet juara serta runner up akan dimasukan ke Pelatnas ini dengan sistem promosi dan degradasi,'' katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Hakim PB PON XVII Kaltim, Faisal Abdullah, menyatakan PON kali ini lebih bagus dari segi penyelenggaraan dan pengadaan venue. Namun, katanya, dari 43 cabor, delapan di antaranya bermasalah sesuai dengan laporan yang diterima pihaknya, yakni anggar, tinju, pencak silat, menembak, sepak bola, drum band, dan loncat indah. ''Masalah yang terjadi lebih kepada protes karena penilaian juri atau wasit,'' katanya.

Ia mengatakan masalah ini masih berlanjut dan akan ada pemeriksaan terhadap sekitar 13 wasit dan juri penilaian cabor loncat indah yang akan dimulai Senin (21/7) mendatang. ''Di antara mereka ada yang terindikasi suap.'' Ia mengatakan ke-13 wasit tersebut berasal dari Kalsel, Sumut, Jatim, Jateng, DKI, Kaltim Sulsesl, dan seorang techinal delegate.

Ketua Kontingen Jatim, Soekarno Marsaid, mengatakan prestasi Jatim merupakan suatu kejutan. ''Awalnya kami hanya menargetkan 100 medali emas dan tidak mengejar siapa pun.''   cep

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA