Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Ini Cara Mudah Merawat Tali Pusar Bayi

Kamis 16 Apr 2015 07:34 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Tali pusar bayi

Tali pusar bayi

Foto: bidankita.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umumnya sisa tali pusar akan puput sendiri dalam waktu 1-4 minggu. Selama itu, orang tua perlu merawatnya agar tidak terjadi infeksi.

“Yang penting, tali pusar harus selalu dalam keadaan kering dan tidak boleh lembap,” ujar Dr. Rinawati Rohsiswanto, SpA(K), konsultan anak dari Subbagian Perinatologi, Ilmu Kedokteran Anak, FKUI-RSCM dikutip dari www.parentsindonesia.com.
 
Kondisi yang lembap memungkinkan tumbuhnya bakteri atau jamur penyebab infeksi. Bersihkan sisa tali pusar dengan kapas yang telah dibubuhi alkohol setelah bayi dimandikan. Alkohol akan membantu pengeringan. Tutup sisa tali pusar dengan kain kasa tipis yang sudah diberi alkohol. Agar tetap bersentuhan dengan udara, kain kasa tidak perlu diikat.
 
“Sebelum pulang dari rumah bersalin, minta kepada staf ruang bayi agar ibu diizinkan memandikan bayi atau paling tidak melihat cara memandikan bayi dengan benar, sehingga ibu tahu bagaimana memandikan bayinya saat pulang ke rumah,” kata kata Dr. Jeanne Roos Tikoalu, SpA, IBCLC dari RS Puri Indah Jakarta.

Anda dapat memandikan bayi meskipun tali pusar belum puput. Setelah mandi, tali pusar dikeringkan dengan lap lembut, tidak perlu diberi obat. Namun jika tali pusar berbau, Anda harus segera membawa bayi ke dokter.
 
Jika tali pusar sudah puput, Anda juga tidak perlu mengoleskan obat. Namun sekali lagi, jika pusar berbau atau mengeluarkan nanah, Anda harus segera pergi ke dokter. Terlalu sering dimandikan bisa membuat kulit bayi kering.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA