Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

PBB Gelar Voting untuk Embargo Senjata Houthi

Selasa 14 Apr 2015 12:32 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Ilham

Sekjen PBB menyampaikan laporan mengenai krisis ebola di hadapan petinggi IMF dan Bank Dunia (9/10).

Sekjen PBB menyampaikan laporan mengenai krisis ebola di hadapan petinggi IMF dan Bank Dunia (9/10).

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara untuk memaksa embargo senjata terhadap milisi Syiah Houthi. Pemungutan suara dilakukan di tengah memanasnya pertempuran di Yaman, Selasa (14/4).

Rancangan resolusi embargo senjata ini bertujuan mengakhiri upaya Houthi mengambil alih Yaman. Dewan Keamanan PBB juga berencana meloloskan resolusi untuk memasukan putra mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh dalam daftar hitam.

Secara spesifik, selain embargo senjata, Dewan juga akan mengeluarkan sanksi berupa pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi Ahmed Ali Abdullah Saleh. Resolusi ini juga nantinya akan membuat semua kargo yang menuju Yaman diperiksa, untuk memastikan itu bukan berisi senjata.

Rancangan juga meminta semua pihak di Yaman, mengakhiri kekarasan. PBB menuntut Houthi menarik diri dari daerah yang mereka kuasai dan mengembalikan semua senjata serta rudal hasil jarahan mereka.

Namun, tak jelas apakah Rusia akan memberikan suaranya. Misi Rusia untuk PBB menolak berkomentar saat ditanya mengenai hal ini. 

Sebelumnya, Rusia juga mengajukan rancangan resolusi sendiri pada awal bulan ini. Mereka menuntut jeda kemanusiaan di Yaman, untuk memungkinkan lembaga bantuan mengirimkan pasokan medis ke Yaman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA