Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Mozzarella, Bocconcini, Ricotta, Dimasak Apa Ya?

Senin 13 Apr 2015 07:38 WIB

Red: Indira Rezkisari

Berbagai jenis keju yang tersedia di pasaran, diantaranya adalah ricotta dan bocconcini.

Berbagai jenis keju yang tersedia di pasaran, diantaranya adalah ricotta dan bocconcini.

Foto: Republika/Indira Rezkisari

REPUBLIKA.CO.ID, Coba tengok deretan rak pendingin di supermarket yang menjajakan keju. Berbagai jenis keju tersedia, membuat calon pembeli terkadang bingung.

Salah satu keju yang tersedia adalah ricotta. Ricotta memiliki rasa lebih tawar ketimbang keju prosesan yang rasanya lebih jamak di lidah orang Indonesia. Pada dasarnya ricotta terbuat dari susu sapi murni. Teksturnya sedikit kasar. Ricotta dibuat menggunakan teknik Italia yakni dengan mengeringkan whey pada proses pembuatan keju mozzarella.

Selain itu ada pula mozzarella dan bocconcini. Fahmi Widarte, Greenfields Corporate Chef, mengatakan keju merupakan bahan pokok dalam dapur orang barat. ''Keju sangat umum dan mendasar penggunaannya,'' ujar dia, beberapa waktu lalu. Hal yang sama mulai berlaku pula di dapur orang Indonesia. Keju dijadikan salah satu bahan makanan yang selalu tersimpan di dapur atau lemari pendingin.

Meski hampir semua keju bisa digunakan untuk segala makanan, Fahmi menerangkan mozzarella biasanya digunakan sebagai tambahan makanan yang dimasak secara panggang. Keju ini akan meleleh saat bertemu panas, menjadikannya sesuai untuk topping pizza atau lasagna hingga makaroni.

Bocconcini juga akan meleleh saat dipanggang seperti mozzarella. Fahmi mengatakan, namun pada dasarnya bocconcini tidak sama dengan mozzarella.  Ketika dipanaskan bocconcini tidak akan mulur sepanjang mozzarella. ''Potongan boconcinni enak sekali dimakan sebagai teman salad, ditambahkan garam, lada, dan minyak zaitun,'' katanya.

Sementara ricotta bisa digunakan untuk lebih banyak lagi ragam makanan. Mulai dari taburan di atas salad sampai dijadikan bahan untuk hidangan pencuci mulut.

Karena keju dibuat menggunakan bantuan bakteri, Fahmi mengatakan masa penyimpanan keju harus jadi perhatian. Untuk keju ricotta ia menyarankan dihabiskan dalam waktu 4 hari setelah dibuka. Ini untuk menghindari kontaminasi dengan makanan lain.

''Mozzarella bisa disimpan lebih lama bila disimpan di kotak kedap udara. Seandainya muncul jamur, kikis saja bagian yang berjamur. Keju tapi masih tetap bisa dimakan,'' ujarnya. Timbulnya jamur sebenarnya juga menjadi tanda kalau bakteri keju masih bagus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA