Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Begal dan Setangkai Daun Kelor (1)

Selasa 10 Mar 2015 15:24 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Begal Motor (ilustrasi)

Begal Motor (ilustrasi)

Foto: Foto : Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Berita mengenai aksi bekal di Ibu Kota Jakarta dan beberapa daerah serta upaya kepolisian mengatasi kejahatan itu masih mewarnai halaman koran dan laman-laman media "online" hingga hingga hari ini.

Geram tampaknya terarah kepada aksi pembegalan yang masih terjadi. Sedangkan perasaan "ngeri" tertumpu pada aksi yang menjadi-jadi. Geram dan "ngeri" kini bertumpu jadi satu perasaan. Masyarakat sedang diteror aksi begal.

Apalagi setelah adanya aksi pembakaran terhadap seorang begal, kemudian muncul berita akan ada pembalasan dari kawanan begal lainnya. Aksi dan reaksi itu seolah bersahut-sahutan silih berganti setiap hari. Hal itu memicu adrenalin orang-orang yang setiap hari lalu-lalang di jalanan untuk selalu waspada, mencurahkan pikiran, hati dan perhatian kepada upaya penyelamatan dalam menghadapi situasi.

Informasi yang pernah tersiar di media dan dari grup-grup atau komunitas adalah para begal bukan hanya bersenjata tajam, bahkan senjata api rakitan, namun juga berilmu kebal. Ilmu kebal artinya ketahanan tubuh yang tidak mempan dilukai dengan senjata tajam, bahkan senjata api.

Kegeraman dan kengerian bertambah campur aduk ketika aparat keamanan "blak-blakan" membuktikan dugaan dan informasi yang semula dianggap "biasa-biasa" dan tidak dipercayai begitu saja itu. Di zaman sekarang masih adakah ilmu kebal dan apa benar dimiliki para begal?

Mungkin sebagian besar orang tak percaya. Tapi simak informasi bahwa Tim Buser Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, yang menangkap dua kawanan begal di Kampung Saketi, Pandeglang, Banten, Kamis (5/3). Penangkapan Entis Sutrisna (25) dan Dede Suhendi (23) berlangsung sengit karena keduanya kebal peluru.

Tim Buser Polsek Serpong yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Toto Daniyanto harus bekerja sangat keras mengejar keduanya hingga ke hutan. "Saat mereka kabur, kami mencoba lumpuhkan kakinya dengan 'timah panas', tapi tak tembus," kata Toto Daniyanto kepada media.

Entah bagaimana upaya keras itu hingga akhirnya polisi punya cara "tersendiri dan khusus" dalam melumpuhkan begal kebal peluru itu. Caranya sangat sederhana dan tidak masuk akal, tidak logis serta cenderung mitos dan mistis, yaitu menggunakan daun kelor untuk melumpuhkan kawanan begal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA