Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Tiga Proyek Infrastruktur Ini Dipercepat

Kamis 05 Mar 2015 09:46 WIB

Red: Esthi Maharani

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Basuki Hadimuljono (tengah).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Basuki Hadimuljono (tengah).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan mempercepat tiga proyek infrastruktur di tanah air. Ketiga proyek itu adalah proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 94 kilometer di Kalimantan Timur, proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat, Jawa Tengah, dan proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung sepanjang 7 kilometer di Sulawesi Utara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengemukakan percepatan itu menggunakan skema kerjasama pemerintah dan swasta. 

“Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 94 kilometer di Kalimantan Timur yang siap dilakukan lelang pada Mei dengan nilai investasi kurang lebih sebesar Rp11,4 triliun,” kata Basuki, Rabu (4/3) malam.

Ditambahkan Basuki, jalan tol Balikpapan-Samarinda itu terbagi dalam beberapa seksi. Seksi satu dikerjakan oleh APBN. Seksi lima oleh APBD. 

“Seksi dua, tiga dan empat akan kita lelang karena sudah hampir 100 persen pembebasan lahannya,” ujarnya.

Adapun proyek pembangunan SPAM di Semarang Barat, Jawa Tengah, dengan nilai investasi sekitar Rp765 miliar, menurut Basuki, masih tertunda karena ada masalah terkait peraturan hukum yang berlaku.

Masalah tersebut antara lain karena UU 7/2004 tentang sumber daya air telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga diperlukan revisi Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait investasi yang menggunakan dana APBD.

“Lelang akan menunggu penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) atas perintah MK untuk kembali pada UU nomor 11 tahun 1974 tentang pengairan, karena di pasal 11 dikatakan pengusahaan air dilakukan dan dilaksanakan oleh pemerintah, BUMN dan BUMD,” ujar Basuki seraya menyebutkan, PP tersebut juga dibutuhkan karena adanya keterlibatan dari BUMD dalam proyek air minum ini.

“Apabila, persyaratan regulasi terpenuhi maka diperkirakan proses lelang pengadaan bisa dimulai paling cepat September,” jelas Basuki.

Sementara proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung, menurut Menteri PU-Pera, masih menunggu pembebasan lahan di wilayah Airmadidi, Minahasa Utara. Namun Basuki memperkirakan, pengadaan proyek ini dilakukan paling cepat triwulan IV.

“Yang dari Manado ke Airmadidi, sudah bebas tanahnya oleh APBN. Sedangkan Airmadidi ke Bitung baru mau dibebaskan lahannya, juga dengan APBN. Ini investasinya Rp4 triliun. Mungkin tendernya akan mulai kuartal keempat,” jelas Basuki.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA