Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Indra Sjafrie: Sepak Bola Itu tak Sekadar Menang-Kalah, Tapi...

Jumat 20 Feb 2015 14:36 WIB

Red: M Akbar

Indra Sjafrie

Indra Sjafrie

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mantan pelatih tim nasional (timnas) U-19 Indonesia, Indra Sjafrie, menegaskan dalam permainan dan kompetisi sepak bola harus tetap menjunjung tinggi budi pekerti karena sepak bola bukan hanya bicara soal kalah dan menang.

"Sepak bola yang berbudi pekerti ini sudah saya tanamkan pada U-19. Kalau saya mencoret pemain timnas U-19 itu bukan semata-mata karena skillnya yang kurang bagus, tapi ada pertimbangan lain, yakni budi pekerti, sopan santun, dan etika yang harus dijunjung tinggi," tegas Indra Sjafrie kepada wartawan di Malang, Jumat (20/2).

Ia menegaskan sepak bola bukan hanya sekadar persoalan menang dan kalah, namun lebih dari itu, sepak bola adalah kebanggaan bangsa Indonesia. Sebab, kalau pemikirannya hanya sebatas menang dan kalah semata, dunia persepakbolaan di Tanah Air tidak akan bisa berkembang dan maju, seperti apa yang terjadi dalam sepak bola di Indonesia saat ini dan itu akan terus terjadi jika tidak ada yang mengubahnya.

Indra mengemukakan budaya dan pemikiran yang harus menjunjung tinggi budi pekerti dalam sepak bola itu sudah dibangun pada saat dirinya melatih timnas U-19, dimana salah satu penekanan terhadap pemain adalah sikap, sopan santun, dan kejujuran, selain skil, fisik dan taktik serta kecerdasan.

"Akan tetapi, secara umum dunia sepak bola kita saat ini amsih menonjolkan egoisme dan hanya berpikir menang kalah saja. Yang terjadi sekarang ini hanya bagaimana cara memenangkan sebuah pertandingan dengan mengabaikan nilai-nilai kejujuran dan etika yang seharusnya kita junjung tinggi karena sepak bola juga mampu membawa nama besar bangsa Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemikiran yang hanya menang kalah itulah yang diupayakan diubah. Sebab, jika nilai-nilai dalam sepak bola ditanamkan, seperti perilaku fair game, kejujuran dan persatuan otomatis akan menyatu dalam sebuah tim profesional yang tangguh dan bisa membanggakan bangsa ini.

"Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya adalah mental pemain, pelatih dan seluruh lapisan yang bersentuhan dan berkepentingan dengan dunia sepak bola. Mental di sini bukan hanya mental juara saja, tapi juga mental yang jujur dan memiliki etika, ciri khas dan budaya inilah yang terus kami bangun agar persepakbolaan di Tanah Air bisa lebih baik lagi," tegasnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA