Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

PM Prancis Imbau Warga Yahudi Bertahan

Selasa 17 Feb 2015 07:01 WIB

Red: Angga Indrawan

PM Prancis, Manuel Valls

PM Prancis, Manuel Valls

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls mengimbau para warga Prancis keturunan Yahudi untuk tetap tinggal di negara tersebut kendati perdana menteri Israel meminta mereka pindah ke Israel. Menurutnya, Prancis ikut berduka.

"Pesan saya bagi para warga negara Prancis berdarah Yahudi adalah sebagai berikut: Prancis ikut terluka dan tidak mau kalian pergi," kata Valls dilansir AFP, Senin (16/2).

Pernyataan itu disampaikan setelah tewasnya dua orang dalam penembakan di Kopenhagen, Sabtu (14/2) yang menargetkan sebuah pusat kebudayaan dan sinagoga (tempat ibadat kaum Yahudi). Serangan itu dicurigai terinspirasi serangan bulan lalu di Paris.

Serangan-serangan di Paris itu sendiri menewaskan 17 orang, termasuk empat pria yang disandera oleh seorang penembak Islamis di sebuah pasar swalayan kosher (produk-produk halal Yahudi).

Sebelumnya, menyusul terjadinya penembakan di Kopenhagen, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengulang imbauan, yang sudah pernah disampaikannya setelah terjadinya pembunuhan Paris. "Kepada para warga Yahudi Eropa dan Yahudi-Yahudi di dunia, saya katakan bahwa Israel menunggu kalian dengan tangan terbuka," kata Netanyahu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA