Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Giliran Jepang Tutup Kedutaannya di Yaman

Senin 16 Feb 2015 14:03 WIB

Red: Ilham

Kelompok gerilyawan Houthi kuasai Istana Kepresidenan Yaman

Kelompok gerilyawan Houthi kuasai Istana Kepresidenan Yaman

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang pada Senin menyatakan untuk menutup sementara kedutaan besar di Yaman dan menambahkan bahwa para diplomatnya berbondong-bondong meninggalkan negeri itu karena khawatir terhadap keamanan setelah kelompok Syiah mengambil alih pemerintahan. Langkah ini menyusul langkah Prancis dan AS yang juga telah menutup kedutaan mereka di negara konflik itu.

Kementerian Luar Negeri mengumumkan, kegiatan misi di Kota Sanaa ditangguhkan mulai Minggu karena keadaan terus memburuk di negara tersebut. Sementara, para karyawan sudah diungsikan ke Kedutaan Besar Jepang di Qatar, dan mereka dapat melaksanakan tugas-tugas dari tempat tersebut.

Tokyo telah meminta warganya untuk meninggalkan negara yang sedang dirundung perselisihan menyusul keadaan keamanan semakin memburuk. Milisi Houthi membubarkan pemerintah Yaman dan parlemennya pada 6 Februari setelah merebut Istana Kepresidenan dan gedung-gedung penting milik pemerintah.

Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon memperingatkan bahwa Yaman akan terpecah-belah. Dia menyerukan pengendalian kembali pemerintah dukungan Barat yang dipimpin Presiden Abedrabbo Mansour Hadi.

Arab Saudi sebagai kawasan yang didominasi kaum Suni, pekan lalu mengumumkan telah mengungsikan karyawan kedutaan besarnya di Sanaa. Langkah tersebut diikuti oleh Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Belanda, Uni Emirat Arab, dan Spanyol.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA