Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Terapi Ini Cegah Amputasi Kaki Penderita Diabetes

Sabtu 14 Feb 2015 21:15 WIB

Red: Agung Sasongko

Diabetes

Diabetes

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR --  Terapi endovascular atau "percutaneous transluminal angioplasty" (PTA) mampu mencegah tindakan amputasi kaki pada penderita diabetes yang sudah dalam stadium lanjut tanpa harus opersi. Ahli pengobatan kaki Diabetes, Dr dr Ketut Putu Yasa, SpB.,Sp.BTKV, di Denpasar, Sabtu (14/2) mengatakan terapi tersebut hanya mencari bagian dari pembuluh darah yang mengalami kebuntuan.

"Terapi dilakukan dibagian pembuluh darah yang mengalami kebuntuan dengan menggunakan alat khusus agar membuka aliran darah tersebut," ujar dr Putu Yasa dalam acara seminar Semiloka "Endovascular Surgery, New Paradigm of Pad on Diabetic Foot".

Menurut dia, kebuntuan pembuluh darah terjadi pada penderita diabetes karena terjadinya penebalan pembuluh darah, sehingga dengan berjalannya waktu dapat menyebabkan kebuntuan. Ia mengatakan, pasien yang menderita diabetes akan gampang luka, dimana lukanya tersebut tidak mudah sembuh serta mengalami kematian jaringan ( kaki akan menghitam) dan berujung dengan tindakan amputasi.

"Apabila sudah terjadi kebuntuan tersebut, kaki akan nampak menghitam (mati)," ujarnya Putu Yasa yang juga Staff Bedah Toraks Kardiovaskuler RSUP Sanglah.

Selain itu, penderita diabetes mampunyai ancaman berupa kebuntuan pembuluh darah pada kaki mencapai 40 hingga 60 persen. Namun, selama ini yang menampakkan gejala hanya 10 persen. Kemudian, pasien yang memiliki penyakit diabetes cenderung mengalami kebuntuan pembuluh darah akibat diabetes itu rata-rata 300 orang per tahun.

"Penderita dibetes yang mengalami pembuntuan pembuluh darah, secara umum akan terasa nyeri hebat di bagian kaki," ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang mengalami diabetes agar tetap memperhatikan kesehatan dan kebersihan kakinya setiap hari dan apabila mengalami luka agar segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar luka yang dialami tidak terinfeksi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA