Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Pemerintah Akan Lelang Obligasi Rp 12 Triliun

Kamis 12 Feb 2015 11:31 WIB

Red: Satya Festiani

Petugas memantau pergerakan Surat Utang Negara (SUN) di Delaing Room Treasury OCBC NISP, Jakarta.

Petugas memantau pergerakan Surat Utang Negara (SUN) di Delaing Room Treasury OCBC NISP, Jakarta.

Foto: Republika/Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan melelang tiga seri obligasi negara atau surat utang negara (SUN) dengan jumlah indikatif Rp 12 triliun pada 16 Februari 2015, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN.

Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu (11/2), menyebutkan ketiga seri SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta. Ketiga seri obligasi negara yang akan dilakukan lelang oleh pemerintah adalah seri SPN12160204 (penerbitan kembali) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 4 Februari 2016.

Selain itu, seri FR0070 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga tetap 8,375 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2024 serta seri FR0068 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga tetap 8,375 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2034.

Penjualan SUN akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia dan bersifat terbuka, menggunakan metode harga beragam. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) membayar sesuai imbal hasil yang diajukan.

Sedangkan, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif akan membayar sesuai dengan imbal hasil rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Sebelumnya, dalam lelang empat seri SUN pada 3 Februari 2015, pemerintah menyerap dana sebesar Rp16 triliun atau lebih besar dari target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp 12 triliun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA