Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Yaman Memanas, AS Tutup Kedubesnya

Rabu 11 Feb 2015 18:31 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Ilham

Aksi militan Syiah Houthi membuat kekacauan di Yaman.

Aksi militan Syiah Houthi membuat kekacauan di Yaman.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Ketegangan yang terus terjadi di Yaman membuat sejumlah negara barat memutuskan menarik duta besarnya dari negara tersebut pada Rabu (11/2). 

Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang telah memerintahkan penarikan duta besarnya di Sanaa karena memburuknya situasi keamanan di negara tersebut pada Rabu (11/2). Keputusan itu disusul dengan pemutupan kedutaan AS di Yaman.

Para pejabat AS mengatakan, mereka menangguhkan operasi di kedutaan di Sanaa sampai kondisi membaik. Sementara kedutaan sebenarnya telah ditutup sejak Januari dan hanya melayani layanan darurat dan mengerahkan sebagian kecil staf diplomatik.

"Duta besar dan seluruh staf akan meninggalkan (Sanaa) pada Rabu malam," kata salah seorang karyawan yang tak menyebut namanya.

AS akan meminta bantuan Turki atau Aljazair untuk menjaga kepentingannya di Yaman, selama mereka menutup kedutaannya. 

Yaman telah dilanda krisis sejak kelompok Houthi mengambil alih kekuasaan pada Jumat (6/2). Langkah Houthi dikecam dunia internasional sebagai kudeta.

Houthi membubarkan parlemen dan menunjuk sepupu pemimpin Houthi, Mohammed Ali al-Houthi sebagai presiden. Berbicara pada Selasa, Houthi menuduh pemerintahan Abd-Rabbou Mansour Hadi korup dan gagal memenuhi aspirasi rakyat Yaman.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA