Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Dosen IBI Darmajaya Bekali Keterampilan Siswa Berkebutuhan Khusus

Selasa 10 Feb 2015 11:16 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

SLB (Ilustrasi)

SLB (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Wasilah, dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Lampung merancang program pengabdian masyarakat dan memberikan pelatihan kreasi souvenir bagi siswa sekolah luar biasa (SLB) di Bandar Lampung. Selain menumbuhkan kreativitas, program itu juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak. Menurut dia, selama ini pengembangan kemandirian pada siswa SLB masih belum dilakukan secara maksimal.

Karena itu, melalui program pengabdian masyarakat Iptek bagi Masyarakat (IbM), pihaknya berupaya menumbuhkan jiwa wirausaha dan kemandirian siswa dengan memberikan sejumlah pelatihan produk kreatif, seperti membuat souvenir dari kain flannel, kerajinan berbahan dasar koran serta pelatihan menggunakan fasilitas internet sebagai media pemasaran.

Dengan pelatihan ini diharapkan siswa berkebutuhan khusus di tingkat SMP dan SMA dapat mengeskplorasi kemampuannya secara maksimal dengan membuat berbagai inovasi hasil kerajinan tangan. Menurutnya anak berkebutuhan khusus harus disikapi dengan positif dan dipandang sebagai suatu potensi yang dapat digali serta dikembangkan secara optimal, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya, serta menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak berkebutuhan khusus lainnya.

"Pelatihan ini menjadi salah satu upaya positif mengembangkan kemampuan anak berkebutuhan khusus. Melalui pelatihan yang akan diberikan nantinya, mudah-mudahan mereka bisa lebih kreatif, inovatif dan mandiri," ujarnya.

Pelatihan ini rencananya akan dilakukan di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandarlampung dan SLB PKK Provinsi Lampung. Pada pelaksanaannya Wasilah akan dibantu dengan dua dosen lainnya yakni Linda Septarina, dan Dona Yuliawati. Seluruh biaya akan didanai oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) melalui hibah yang mereka dapatkan.

"Pada kedua sekolah ini para siswa mulai ditanamkan jiwa kewirausahaan. Mereka juga sudah diajarkan untuk membuat kreasi kerajinan, namun sayangnya belum dilaksanakan maksimal dan karya yang dihasilkan hanya berupa kerajinan manik-manik. Untuk itu kami mencoba mengembangkan keterampilan siswa untuk menghasilkan kerajinan-kerajinan lainnya," ujar dosen Jurusan Sistem Informasi ini.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA