Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Kesehatan Mental Guru Pengaruhi Perilaku Anak

Selasa 03 Feb 2015 10:06 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Anak dititpkan ke Child Care (ilustrasi)

Anak dititpkan ke Child Care (ilustrasi)

Foto: Bloomberg

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurut sebuah penelitian, keadaan pikiran seorang guru dapat memengaruhi perilaku anak-anak prasekolah. Lebih lanjut peneliti ini menjelaskan, anak-anak dari guru yang sedang berjuang melawan depresi cenderung berperilaku tidak baik.

Jadi kesehatan metal guru saat mengajar sangat penting. "Kebanyakan pelatihan yang dilakukan oleh guru adalah tentang mengelola keadaan kelas dan mengatasi masalah perilaku anak," kata penulis utama penelitian Lieny Jeon, seorang peneliti postdoctoral dalam ilmu manusia di Ohio State University seperti dikutip dari www.parentsindonesia.com.

Dikatakan lebih lanjut, para guru tidak memiliki waktu atau tenaga untuk mengatasi kesulitan psikologis dirinya sendiri. Menurut peneliti, untuk keperluan penelitian ini, istilah guru mengacu pada instruktur kelas dan pengasuh di child care.

Peneliti menganalisis data keluarga di 15 kota di Amerika Serikat yang menggunakan jasa penitipan anak untuk anak-anak usia 3 tahun yang sedikitnya menitipkan anak selama lima jam seminggu. Serta mengumpulkan informasi dari guru prasekolah anak-anak. Sebanyak 761 keluarga dan guru dilibatkan dalam penelitian ini.

Depresi pada guru dikaitkan dengan masalah perilaku anak-anak seperti perilaku agresif, kemarahan, depresi, kecemasan, dan kesedihan. Meskipun penelitian ini belum bisa memastikan hubungan sebab akibat, namun para peneliti mencatat kenaikan masalah perilaku anak pada suasana negatif dalam program child care, terkait dengan gejala guru depresi.

Bahkan, sebagian besar anak-anak yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari orang tua yang berpenghasilan rendah dan single mother. Jeon menjelaskan, peneliti fokus pada anak-anak tersebut karena menilai anak-anak dari orang tua yang berpenghasilan rendah dan single mother mungkin lebih rentan mengalami masalah emosional di rumah. Dan peneliti ingin melihat apakah guru yang depresi memengaruhi kesehatan psikologis anak.

Tidak hanya itu, peneliti juga menambahkan masalah perilaku pada anak-anak dapat menyebabkan masalah lain di kemudian hari, termasuk prestasi sekolah dan keterampilan sosial yang buruk.

"Penelitian ini sangat penting. Guru memiliki dampak yang sangat besar pada perkembangan anak," kata Cynthia Buettner, profesor ilmu kemanusiaan di Ohio State University.

Sekarang para peneliti perlu melihat lebih dekat tempat kerja guru prasekolah dan kehidupan pribadi mereka dalam rangka untuk membantu menjaga kesehatan mental mereka.

Studi ini diterbitkan dalam di Journal of Consulting and Clinical Psychology edisi Juni 2014.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA