Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Rem Kapitalisasi Tanah, Menteri Agraria Hapus NJOP

Senin 02 Feb 2015 22:40 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Selain akan menghilangkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga mengusulkan penghapusan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Penghilangan NJOP ini sebagai upaya mengerem kapitalisasi harga tanah.

''Kami akan menerapkan Zona Nilai Tanah menggantikan sistem NJOP. Kita tidak ingin tanah terus dikapitalisasi,'' ujar Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (2/2).

Kementerian ATR/BPN sudah berkoordinasi dengan Real Estate Indonesia (REI) agar tidak menjual rumah dengan melipatgandakan nilai tanah. Ia pun meminta pengembang perumahan, jangan seperti makelar tanah yang menjual tanah seenaknya. Dengan adanya sistem zona ini akan mengurangi spekulasi terhadap harga tanah.

Sistem zonasi diyakininya juga otomatis akan menyederhanakan administrasi. Upaya yang dilakukan Kementerian ATR/BPN sebagai upaya negara untuk melindungi hak warga negara. ''Kami ingin memperkokoh peran negara dalam masalah pertanahan,'' terang Ferry.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA