Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

PMKS di Bandung Kembali Menjamur

Ahad 01 Feb 2015 08:52 WIB

Rep: C63/ Red: Bayu Hermawan

PMKS

PMKS

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) kembali menjamur di wilayah Kota Bandung. Sebelumnya Kota Bandung sempat bebas dari PMKS, pascapenertiban yang dilakukan Pemkot Bandung di 15 titik.

Pantauan di lapangan, salah satu titik fokus penertiban Desember lalu yakni perempatan antara Jalan Laswi, Riau dan Ahmad Yani menjelang petang mulai menjamur kembali para PMKS.

"Kalau udah sore kan agak macet, biasanya pengamen banci pada keluar tuh, malah kadang mintanya maksa mereka kalau nggak dikasih," akui Dian, salah satu pengguna jalan di Bandung, Ahad (1/2).

Selain itu, para PMKS ini juga nampak lihai menghindari petugas keamanan yang berjaga di perempatan lampu merah tersebut. Mereka tersebar di tepi jalan dan memilih keluar saat arus lalu lintas terjadi antrian.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Dodi Ridwansyah saat dikonfirmasi mengatakan memang saat ini petugas tetap memantau para PMKS, meskipun masa penertiban PMKS 15 titik sudah habis sejak 31 Desember 2014 lalu.

Namun pemantauan tersebut dilakukan secara berkala menunggu waktu-waktu tertentu. Ia pun mengakui petugas kerap 'kucing-kucingan' dengan para PMKS.

"Kadang saat kita datang mereka gak ada, tapi pas kita sudah pergi mereka pada turun, makanya kita nanti akan pantau jam berapa saja mereka melakukan aktivitasnya, setelah tahu jamnya, baru kita sasar di waktu tersebut," ujarnya.

Dodi mengungkapkan formasi tim penertiban PMKS masih seperti  yang dibentuk pada akhir tahun lalu. Pihaknya juga akan menambah jumlah petugas dilapangan usai palu anggaran 2015 diketok.

Sebab saat penertiban kemarin tim tersebut berhasil menjaring PMKS dalam jumlah yang cukup banyak yakni 109 gelandangan pengemis (gepeng) dan 25 wanita tuna susila (WTS).

Dodi juga mengungkapkan pihaknya akan memaksimalkan petugas kepolisian dalam tim tersebut mengingat ada kekhawatiran unsur pemaksaan beberapa PMKS di lapangan.

"Kalau mengganggu ketertiban umum dan melakukan pidana kita koordinasikan dengan polisi," ujarnya.

Seperti diketahui Pemkot Bandung melalui Dinsos Kota Bandung bersama tim yang berjumlah 210 personel mengintensifkan penertiban PMKS selama bulan Desember 2014 lalu.

Tim yang terdiri dari TNI, Polisi, Satpol PP, Aparat keamanan dan Linmas ini menfokuskan 15 titik di Bandung dengan tiga zona berbeda yakni hijau, kuning, dan merah sesuai laporan warga masyarakat.

Berikut 15 titik penertiban PMKS di Kota Bandung:
1. Pintu tol keluar Pasteur
2. Perempatan Pasir Kaliki
3. Perempatan Pasteur-Cipaganti
4. Perempatan Pasteur-Cihampelas
5. Perempatan Pasteur-Dago
6. Perempatan Riau-Laswi Jalan Ahmad Yani
7. Perempatan Laswi- Jalan Gatot Subroto
8. Pintu Keluar tol Pasir Koja
9. Terusan perempatan Pasir Koja-Jamika
10. Perempatan BKR-Tegalega
11. Perempatan BKR-Jl. Moh Toha
12. Perempatan Pelajar Pejuang-Buah Batu
13. Perempatan Jl. Soekarno Hatta-cibaduyut
14. Perempatan Soekarno Hatta-Buah Batu.
15. Perempatan Soekarno Hatta-Samsat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA