Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Pusri Jamin Pasokan Pupuk untuk Kedaulatan Pangan

Jumat 30 Jan 2015 18:31 WIB

Red: Taufik Rachman

Pupuk (ilustrasi)

Pupuk (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG--PT Pupuk Sriwidjaja menjamin ketersediaan pupuk di sentra produksi pertanian sembilan provinsi wilayah kerja perusahaan tersebut untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

"Kami siap mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan yang ditargetkan pemerintah dalam tiga tahun ke depan sesuai porsi perusahaan menyediakan pupuk untuk kebutuhan petani," kata Manajer Humas PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Sulfa Ghanie di Palembang, Jumat.

Menurut dia, untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, pemerintah berupaya menyiapkan fasilitas pendukung berupa bibit unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta irigasi.

"Porsi kita di pupuk, untuk mendukung pemerintah menyediakan fasilitas tersebut, PT Pusri akan berupaya menjaga pupuk urea selalu tersedia sesuai dengan kebutuhan petani," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani di sembilan provinsi rayon pemasaran meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sekarang telah disiapkan ribuan ton pupuk urea bersubsidi di tingkat gudang masing-masing sentra produksi pertanian.

Pupuk urea yang tersimpan dengan baik di gudang-gudang sentra produksi pertanian itu sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) petani di sembilan provinsi tersebut.

Stok pupuk tersebut diupayakan akan terus ditambah, untuk menambah stok di gudang-gudang sentra produksi pertanian tidak ada masalah karena kegiatan produksi empat pabrik PT Pusri yang beroperasi di ibu kota Provinsi Sumsel itu berjalan dengan baik.

Selain terus berupaya menambah stok, untuk menjaga terjadinya kelangkaan pupuk di tingkat petani, akan dilakukan pengecekan di lapangan secara maksimal.

"Jika pada suatu sentra produksi pertanian terjadi penyerapan pupuk secara maksimal sesuai dengan RDKK, sementara di daerah lain minimal, sehingga terjadi kelebihan, akan dimobilisasi ke daerah yang mengalami kekurangan," ujar Sulfa.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA