Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Minum Air Putih Bisa Hindari Penyakit Gagal Ginjal

Jumat 30 Jan 2015 19:15 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Air minum

Air minum

Foto: Flickr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kasus penyakit gagal ginjal di Indonesia terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah penderita penyakit ginjal kronik tahap akhir mencapai 96 ribu orang.

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Dharmeizer mengatakan,  seorang penderita dikatakan gagal ginjal apabila kedua ginjalnya telah mengalami kerusakan. Ketika penyakit ginjal sudah mencapai stadium empat, fungsi ginjalnya hanya empat sampai 15 persen. Sedangkan kalau sudah mencapai tahap akhir atau stadium lima, fungsi ginjalnya bahkan kurang dari 15 persen.

Jika sudah mencapai stadium akhir, kata dia, penderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah. Meski demikian, kata dia, kasus ginjal kronik tidak dapat disembuhkan. Sehingga, pilihannya penderitanya harus melakukan cuci darah yang memakan biaya tidak sedikit atau menjalani transplantasi ginjal baru.

Ironisnya, kasus penderita penyakit gagal ginjal di Indonesia terus meningkat. “Sebanyak 400 dari satu juta penduduk Indonesia mengalami penyakit ginjal. Sehingga, saat ini pasien yang menderita penyakit ginjal tahap akhir sebanyak 96 ribu orang,” katanya saat pemaparan media briefing mengenai penyakit ginjal, di Jakarta, Jumat (30/1).
 
Ia menyebutkan, penyebab tertinggi gagal ginjal di Indonesia karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang meminum air putih, hingga berlebihan dalam mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food). Padahal, makanan itu sudah dikenal tidak sehat.

Selain itu, penyakit ginjal tahap akhir disebabkan oleh hipertensi dan penyakit diabetes melitus (DM). Meski penyakit ini menyerang pasien berusia separuh baya atau lanjut usia, tak jarang pasien berusia remaja atau dibawah 20 tahun sudah mengalami radang ginjal. Bahkan, pria yang juga berprofesi sebagai dokter ahli ginjal ini mengaku pernah menangani pasien berusia 17 tahun yang harus menjalani cuci darah.

“Untuk mencegah penyakit ini, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat,” katanya. Diantaranya, meminum air putih minimal delapan gelas perhari. Selain itu, menghindari sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan banyak makan sehat seperti sayur dan buah yang rendah garam dan rendah lemak.

“Hentikan merokok, hindari alkohol, jaga berat badan, selalu berolahraga setidaknya 30 menit dalam lima hari, dan hindari stres,” ujarnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA