Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tolong, Jangan Larang Diri untuk Bersedih

Rabu 14 Jan 2015 20:38 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sedih dan menangis (ilustrasi).

Sedih dan menangis (ilustrasi).

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, Emosi negatif, salah satunya kesedihan, tak jarang kita alami dalam hidup ini. Tak sedikit dari kita melakukan berbagai cara untuk menangkisnya, misalnya melalui musik.

Menurut psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI), Mira D. Amir, Psi, hal penting saat kita mengalami kesedihan, ialah tidak melarang diri untuk bersedih.

"Semakin kita say no, maka akan semakin larut sedihnya, sehingga lebih baik diakui saja," ujar Mira. Kendati begitu, kita harus memberikan target pada diri untuk berhenti bersedih sehingga tidak berkepanjangan.

"Kalau dari saya, kalau memang kamu harus mellow, lakukan. Memang tidak ada patokan tertentu. Tetapi kita bisa memasang target. Kalau sudah selesai sedihnya, harus selesai. Harus dikomen," kata dia.

"Beri komen pada diri, 'saya tidak akan melarang diri saya untuk bersedih, tetapi nanti ketika sedihnya sudah hilang, saya akan berhenti bersedih'," tambah Mira.

Menurut Mira, melepaskan kesedihan bisa melalui berbagai cara, misalnya melalui musik. Dia pun menampik pendapat umum yang menyatakan lagu-lagu mellow bisa memperparah kesedihan.

Menurut dia, lagu-lagu mellow bagi sebagian orang justru bisa membantunya rileks sehingga mampu menata kembali perasaanya. "Mendengarkan lagu-lagu mellow saat sedang sedih, tidak apa-apa. Orang-orang seringkali bilang kalau sedang sedih jangan dengarkan lagu-lagu mellow terus, nanti jadi mellow terus, padahal tidak juga," kata dia.

"Mungkin tidak pakai timing, tetapi kita harus mengukur diri kita sendiri (kapan harus berhenti bersedih),"tambah Mira.

Mira mengatakan, bagi sebagian orang, musik bisa menjadi sarana relaksasi dirinya. Hanya saja, efektivitasnya tergantung dari masing-masing orang itu sendiri.

"Efektivitasnya dikembalikan pada subjek. Bagi subjek A bisa membantu tetapi bagi orang lain belum tentu. Relaksasi bisa dengan berbagai cara, misalnya dengan melihat pemandangan yang disukai, " kata Mira.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA