Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

AirAsia hilang

Nelayan Belitung Bantu Cari Air Asia

Selasa 30 Dec 2014 08:46 WIB

Red: Indira Rezkisari

  Personil TNI AL memonitor pergerakan KRI, dan unsur bantuan asing yang terlibat pada operasi SAR Air Asia di Lanal Batam, Senin (29/12). (Antara/Joko Sulistyo)

Personil TNI AL memonitor pergerakan KRI, dan unsur bantuan asing yang terlibat pada operasi SAR Air Asia di Lanal Batam, Senin (29/12). (Antara/Joko Sulistyo)

REPUBLIKA.CO.ID, MANGGAR - Ratusan nelayan dan relawan akan dikerahkan untuk mencari pesawat AirAsia jenis air bus A320-200 yang dinyatakan hilang kontak pada Ahad (28/12) pukul 06.17 WIB.

Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaya Purnama di Manggar, Selasa (30/12), mengatakan nelayan dan relawan itu secara suka rela membantu misi kemanusiaan ini.

"Tentu kami sangat berharap dengan bantuan ini, karena nelayan sangat kenal dengan medan laut di daerah ini," ujarnya.

Namun demikian, Basuri menginginkan para nelayan dan relawan tetap mengutamakan keselamatan karena kondisi cuaca di laut yang tidak menentu sekarang ini. "Dalam melakukan pencarian, nelayan dan relawan juga harus lebih waspada jangan sampai terjadi kecelakaan di laut akibat cuaca buruk," ujarnya.

Ia menyatakan, hingga Senin (29/12) malam pencarian titik hilangnya pesawat AirAsia belum membuahkan hasil kendati sudah mengerahkan ratusan tim penyelamat untuk menyisiri perairan daerah itu.

"Namun kita tidak putus asa, pencarian tetap dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa kami tentukan," ujarnya.

Sementara Kepala Badan SAR Nasional Bangka Belitung Joni Superiadi menyatakan, tim penyelamat sudah siap melakukan penyisiran pada hari ketiga dan semua peralatan sudah disiapkan. "Tim dilengkapi peralatan yang memadai, mulai dari pelampung, tabung oksigen dan kami juga membawa sejumlah tenaga penyelam profesional," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA