Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Kader Posyandu Diminta Tingkatkan Pola Hidup Sehat

Selasa 23 Dec 2014 19:45 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Erdy Nasrul

Relawan di Posyandu sedang bertugas, ilustrasi

Relawan di Posyandu sedang bertugas, ilustrasi

Foto: Blogspot

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terkait kesehatan akan berdampak pada kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta semua kader Posyandu yang ada di 52 ribu titik di Jabar mengarahkan dan memberikan petunjuk pada masyarakat tentang pola hidup sehat.

"Ada sekitar 52.000 titik posyandu di seluruh Jawa Barat. Jika semuanya  mensosialisasikan pola hidup sehat, maka akan semakin banyak lagi masyarakat yang sehat," ujar Heryawan Pada acara Pembukaan Pertemuan Evaluasi Semesteran Pendamping Kader Posyandu Provinsi Jawa Barat Tahun 2014, Senin petang (22/12).

Heryawan mengatakan, pola perilaku sehat menyumbangkan 35 persen pengaruh kesehatan masyarakat. Sedangkan 20 persen dari layanan kesehatan, 5 persen dari antisipasi penyakit turunan, dan 40 persen sisanya bergantung pada lingkungan yang sehat.  

Heryawan berharap, pendamping kader Posyandu bisa lebih meningkatkan sosialisasi tentang pola hidup sehat. Juga, membantu masyarakat menerapkannya di lingkungan masing-masing.

Dikatakan Heryawan,  sosialisasi tentang hidup sehat tak harus dilakukan kepada ibu-ibu rumah tangga. Tetapi juga, pada para kepala keluarga, sehingga informasi kesehatan akan tersebar rata.

Sementara menurut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani, ibu-ibu di Jabar harus dapat menjadi pelaku dan subjek pembangunan. Sehingga, perempuan tidak lagi termajinalkan dan suaranya didengar serta kebutuhannya diperjuangkan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Netty pun berharap, dapat melihat perempuan khususnya ibu-ibu yang berdaya dan cerdas. Sehingga, akan melahirkan anak-anak sebagai generasi yang mampu mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat. Yakni, bukan saja bangsa yang kuat karena banyak jumlah penduduknya.

''Tetapi dapat menjadi bangsa yang berkualitas dan unggul di mata dunia internasional,'' katanya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA