Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

PKS : Kita tak Bisa Samakan Cara Berdoa

Senin 15 Dec 2014 18:10 WIB

Rep: cr05/ Red: Bilal Ramadhan

Massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa Amaliah turut mempertanyakan apa sebetulnya penyebab munculnya wacana revisi Tatib doa di sekolah negeri dari Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Apakah ada niat tertentu dari wacana ini. Berapa persen komplain minoritas pemeluk agama sampai wacana tersebut bisa keluar dari Kementerian?" tanya Ledia saat dihubungi ROL, Senin (15/12).

Dilanjutkan Ledia, pemeluk agama tidak terkecuali pelajar menurutnya memiliki cara berdoa masing-masing. Dan pada dasarnya, lanjut dia, Tatib berdoa dikembalikan pada kesepakatan sekolah. Di samping itu sebelumnya Ledia juga menyampaikan, dasar toleransi masyarakat Indonesia belum kuat sehingga belum sepenuhnya siap dengan wacana toleransi beragama.

"Jadi sebelum bahas toleransi agama, kita bahas dulu toleransi mendasar seperti tawuran antar kampung, antar sekolah, bully di sekolah, di tempat-tempat umum dan lainnya yang lebih mendesak, baru berikutnya bahas toleransi agama," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA