Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Pemred The Jakarta Post Bantah Melakukan Penistaan Agama

Jumat 12 Dec 2014 00:11 WIB

Rep: C96/ Red: Julkifli Marbun

Karikatur Jakarta Post, edisi Kamis 3 Juli 2014.

Karikatur Jakarta Post, edisi Kamis 3 Juli 2014.

Foto: Republika/Erik Purnama Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Meidyatama Suryodiningrat (MS) merasa terkejut terkait pemberitaan mengenainya yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama.

"Kami sudah mendapat informasi mengenai hal ini dan saat ini kami sedang mempelajarinya," ujar MS kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Kamis (11/12).

Menurut MS, ia tidak melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan pelapor dalam kasus ini. Karena, kata dia, ia hanya melakukan pekerjaan jurnalistik yang mengkritik gerakan ISIS. ISIS, kata dia, dikritik oleh The Jakarta Post sejalan dengan pemerintah yang melarangn ISIS berada di Indonesia.

Bahkan, MS menambahkan, The Jakarta Post telah menerima pendapat dari Dewan Pers. Yakni, kata dia, Dewan Pers menyatakan bahwa kasus ini hanya terkait dengan kode etik jurnalistik.

Karena itu, lanjut MS,  kasus ini tidak termasuk tindak pidana. "Sehingga hal ini seharusnya merupakan ranah Dewan Pers," katanya.

Namun, MS menambahkan, ia menghormati proses hukum yang berjalan. "Karenanya kami akan mengikuti proses yang berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA