Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

NBL Indonesia

Permalukan Satya Wacana, CLS Tembus Triple Digit

Kamis 11 Dec 2014 19:52 WIB

Red: Israr Itah

Point guard CLS Knight Mario Wuysang (bawa bola) saat menghadapi Satya Wacana di Seri II NBL Indonesia, Kamis (11/12).

Point guard CLS Knight Mario Wuysang (bawa bola) saat menghadapi Satya Wacana di Seri II NBL Indonesia, Kamis (11/12).

Foto: NBL Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG–Skor triple digit pertama tercipta di kompetisi basket Speedy NBL Indonesia musim ini. Adalah CLS Knights yang menorehkannya di Seri II Bandung. CLS mempermalukan Satya Wacana ACA LBC Salatiga, 104-59, di GOR C-Tra Arena, Kamis (11/12).

Laga ini menjadi momen bagi point guard  senior CLS Mario Wuysang unjuk kemampuan. Mantan pemain yang pernah membela Indonesia Warriors di kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) itu nyaris membukukan triple-double pertamanya di NBL Indonesia. Bermain selama 22 menit 38 detik, Roe—panggilannya—mencetak 12 poin, 12 assist, dan sembilan rebound. 

Shooter CLS, Sandy Febiansyakh juga tampil menggila. Ia menjaringkan tujuh tembakan tiga angka dari sembilan percobaan tembakan tiga angka. Sandy menjadi top skorer di laga ini dengan 23 poin.

Empat pilar CLS lainnya turut memberi kontribusi double digit poin dalam game ini. AA Ngurah Wisnu Budidharma mengemas tambahan 16 poin. Disusul oleh Bima Riski Ardiansyah dan Kaleb Ramot Gemilang yang masing-masing menyumbang 12 poin, serta Rachmad Febri Utomo dengan tambahan 11 poin.

”Anak-anak bermain sangat luar biasa hari ini. Fokus kami selanjutnya adalah melawan Garuda (Kukar Bandung) Sabtu (13/12) nanti. Mereka tim yang kuat dan sering merepotkan kami,” ujar Kim Dong-woon, pelatih CLS Knights asal Korea Selatan dalam rilis yang diterima ROL.

Dari kubu Satya Wacana, Budi Sucipto membukukan double-double lewat koleksi 14 poin dan 10 assist. Pemain berposisipoint guard ini juga nyaris mencetak triple-double pertamanya, sayang dia hanya mampu mengemas tambahan 7 rebound.

”Tertinggal sampai 21 poin (12-33) di kuarter awal membuat mental anak-anak langsung down. Kami sudah mencoba berbagai cara, namun nggak berhasil. Apalagi, pemain CLS sepertinya sedang on fire hari ini,” ujar Efri Meldi, head coach Satya Wacana.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA