Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Inilah Tiga Penyebab Umum Stres

Selasa 09 Dec 2014 12:12 WIB

Rep: Wulan Tunjung Palupi/ Red: Indira Rezkisari

Kurangi stres dengan aktivitas yang menyenangkan untuk meningkatkan energi dan mengatasi lelah.

Kurangi stres dengan aktivitas yang menyenangkan untuk meningkatkan energi dan mengatasi lelah.

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Kita kerap mendengar orang mengeluh dirinya sedang stres karena menghadapi banyak tekanan. Atau seseorang yang mengaku stres karena kebutuhan rumah tangga membengkak sementara baru saja dipecat dari pekerjaannya.

Menurut pendiri Personal Growth, Counselling & Development Center, Ratih Ibrahim, dalam menangani kliennya ia menemukan ada tiga hal yang paling sering menjadi sumber stres.

Sumber yang pertama adalah kesehatan. Faktor ini jika terganggu membuat sulit membuat kita untuk mudah menikmati hidup. Tak mesti didera penyakit gawat, sakit gigi saja bisa membuat kita sulit untuk rileks bahkan menjadi mudah marah. Apalagi saat mengalami sakit kronis dalam waktu lama. Bertambahnya usia yang membuat kita rentan terhadap penyakit juga menjadi satu hal yang memicu stres.

Penyebab kedua adalah asmara. Masalah ini ternyata tak hanya dihadapi oleh anak-anak muda  namun terjadi pada banyak orang dewasa bahkan orang yang berusia lanjut. Relasi interpersonal dalam konteks asmara bisa membuat orang merasa stres dan pada akhirnya tidak bahagia. 

Faktor ketiga yang paling sering dijumpai adalah uang. Kondisi finansial yang terganggu, banyak utang atau mengalami kerugian dalam jumlah besar adalah kondisi yang tak ayal menimbulkan stres. Merasa tak punya cukup uang juga merupakan pemicu yang membuat Anda tidak bahagia.

"Kalau perjalanan memaknai tiga hal itu terganggu, stres muncul," ucap Ratih. Dari pengalamannya menangani klien-klien yang datang padanya, menurut Ratih cara pandang kita dalam menghadapi hidup sangat berpengaruh terhadap tingkat stres kita.

Memilih menjadi pribadi yang bahagia adalah kunci untuk bisa mengelola stres agar tak menganggu hidup kita. "Tentunya kita boleh sedih atau marah namun tidak berarti persoalan yang kita hadapi lantas tak bisa dihadapi," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA