Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pendiri MauNgaji: Dakwah Milenial Manfaatkan Teknologi

Ahad 19 Mei 2019 17:36 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa

Dakwah digital (ilustrasi).

Dakwah digital (ilustrasi).

Foto: Republika/Yasin Habibi
Pendiri aplikasi MauNgaji berpandangan tentang dakwah untuk kalangan milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pendiri Maungaji.co.id, M Khodir berpandangan dakwah yang menyasar generasi milennial harus bisa memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, proses belajar agama akan semakin mudah, apalagi bagi mereka yang terbiasa dengan akses internet.

Baca Juga

Hal itu pula yang melatari semangatnya merilis aplikasi Mau Ngaji. Dengan platform digital ini, Khodir berharap, umat Islam khususnya dari kalangan generasi milenial, dapat mengakses guru-guru mengaji secara lebih mudah.

"Maka saya putuskan untuk membuat aplikasi (Mau Ngaji), tujuannya minimal satu tahun satu orang bisa mengaji," kata M Khodir saat menjadi pembicara acara "Prisma Fair 2019" di pelataran kantor RRI, Radio Dalam, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/5) malam.

Ia menjelaskan, melalui aplikasi tersebut, diharapkan membantu umat Islam untuk bisa membaca Alquran dengan baik. Sekarang sudah ada 50 guru mengaji yang terdaftar di aplikasi Mau Ngaji.

Ibu-ibu yang anaknya belum bisa mengaji, bisa download aplikasi maungaji di playstore. Di sana ibu-ibu bisa memesan guru mengaji sekaligus bisa melihat profil guru mengajinya.

"Nanti ketahuan guru ngajinya lulusan mana, guru mengajinya hapal berapa juz, bisa lihat jadwal guru ngajinya, guru ngajinya bisa datang ke rumah," ujarnya.

Khodir menyampaikan, sekarang semuanya dipermudah seperti ojek menjadi ojek online untuk mempermudah pelanggan. Maka umat Islam yang membutuhkan guru mengaji juga harus dipermudah.

Ia mengungkapkan, saat belajar di Prisma Al Amin, dia diajari untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Dari sana, timbul keinginan menciptakan dakwah yang kreatif dan bisa menjangkau semua daerah. Kemudian berpikir mencari idenya, akhirnya membuat aplikasi Mau Ngaji.

Sepengetahuannya, masih banyak anak yang kurang berminat untuk belajar mengaji karena terlalu banyak main game online. Khodir pun ingin mempermudah mereka melalui aplikasi buatannya, sehingga mereka dapat meminta seorang guru mengaji datang ke rumah.

"Jadi di aplikasi (Mau Ngaji) bisa pesan guru mengaji, baca Alquran, menonton kajian dan membaca artikel Islam," jelasnya.

Khodir juga berpesan kepada masyarakat yang menghadiri Prisma Fair ke-19 terutama kepada ibu-ibu. Mereka direkomendasikan agar anak-anaknya didorong menjadi remaja masjid. Supaya anak-anaknya bisa berdakwah di masjid. Sebab masjid benteng utama umat Islam agar generasi muda umat Islam memiliki pribadi yang kuat dan berkarakter baik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA