Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

 

Mana yang Lebih Efektif, Ngaji Digital atau Tatap Muka?

Kamis 02 Mei 2019 19:18 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Hasanul Rizqa

Penulis novel Asma Nadia berdiskusi tentang novel di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, Sumatera Utara, Sabtu (7/4).

Penulis novel Asma Nadia berdiskusi tentang novel di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, Sumatera Utara, Sabtu (7/4).

Foto: Antara/Septianda Perdana
Asma Nadia beri pendapat soal ngaji digital dan pengajian tatap muka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi generasi milenial, dakwah tidak melulu pengajian di masjid. Sebab, dengan ponsel pintar (smartphone) di tangan, mereka bisa mengakses konten kajian melalui internet.

Penulis novel-novel islami best seller, Asma Nadia, membenarkan dakwah online atau ngaji digital menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial. Akan tetapi, lanjut dia, pengajian tatap muka masih relevan untuk zaman sekarang.

Baca Juga

Baik ngaji digital maupun pengajian tatap muka sama-sama menawarkan jalan kebajikan, asalkan diniatkan untuk menyerap pengetahuan ihwal agama demi meraih ridha Ilahi.

Pengajian tatap muka dapat menjadi kesempatan atau sarana membangun silaturahim. Adanya smartphone kadangkala membuat orang-orang mengabaikan pentingnya silaturahim. Padahal, hubungan antarinsan, apalagi yang bertalian keluarga, tidak cukup umpamanya "berbalas pesan" via WhatsApp saja. Silaturahim tatap muka tetap penting.

"Pengajian online itu ilmunya dapat, tapi silaturahimnya belum tentu,” kata Asma Nadia saat berbincang dengan Republika.co.id, beberapa waktu lalu.

Bagaimanapun, Asma menegaskan, orang yang mengakses dakwah online, tetapi tak sempat menghadiri pengajian langsung, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan keduanya sama sekali.

“Kalau pengajian, kita bisa pastikan ajaran, ya. Kemudian, ada nilai silaturahim. Dan itu harus dipertahankan. Misalnya, sesekali. Ambil contoh, Kajian Musawarah. Itu kan pengajiannya rutin, biasanya yang datang selebritis yang berhijrah. Saya salut mereka sibuk, tapi bisa selalu bertemu,” papar Asma.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA