Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Komnas PA: Penanganan Kasus HIV/AIDS Minim

Senin 01 Dec 2014 18:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Seorang perawat tengah memberikan cairan Anti Retroviral Virus (ARV) sebagai obat memperlambat perkembangan virus kepada anak dengan HIV/AIDS.

Seorang perawat tengah memberikan cairan Anti Retroviral Virus (ARV) sebagai obat memperlambat perkembangan virus kepada anak dengan HIV/AIDS.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan penanggulangan HIV/AIDS untuk anak di Indonesia masih sangat minim dibandingkan jenis penyakit lain seperti gizi buruk.

"Program-program pemerintah cenderung menanggulangi gizi buruk pada anak, padahal ancaman HIV/AIDS pada anak juga sangat tinggi," kata Arist di Jakarta, Senin (1/12).

Menurut dia, pemerintah juga lebih fokus menanggulangi angka kematian ibu dan bayi dan melupakan penanggulangan HIV/AIDS yang juga masalah serius yang perlu segera diatasi. Pada 2014, Komnas PA mencatat sebanyak 408 anak positif terjangkit HIV/AIDS. Jumlah ini meningkat dari tahun 2013 yaitu sebanyak 372 orang.

Untuk menanggulangi penularan HIV/AIDS pada anak, lanjut dia, dapat dilakukan dengan memeriksa darah bayi secara berkala sejak bayi tersebut dilahirkan. "Ini upaya yang harus dilakukan untuk memonitor sekaligus mendata bayi yang kemungkinan terinfeksi," kata Arist.

Ia menjelaskan, masa inkubasi atau waktu setelah terjadinya penularan sampai dengan timbulnya gejala HIV/AIDS butuh waktu lima hingga sepuluh tahun. "Maka harus dipantau secara benar, karena kematian itu juga tidak hanya karena gizi buruk, tapi juga HIV/AIDS yang hingga kini belum ada obatnya," kata Arist.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA