Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Jokowi Pandang Rombongan Kecilnya Efektif untuk Lawatan Luar Negeri

Senin 17 Nov 2014 01:27 WIB

Red: Indira Rezkisari

PM Australia Tony Abbott menyalami Presiden RI Joko Widodo saat menyambutnya ke pembukaan pertemuan G20, Sabtu (15/11).

PM Australia Tony Abbott menyalami Presiden RI Joko Widodo saat menyambutnya ke pembukaan pertemuan G20, Sabtu (15/11).

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai efektif membawa rombongan kecil dalam kunjungan ke luar negeri.

"Ya saya bawa dua menteri cukup, waktu di APEC tiga menteri cukup. Karena yang berhubungan," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Pesawat Kepresidenan, sesaat sebelum mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad malam (16/11).
Menurut Presiden asalkan semua materi disiapkan terlebih dahulu tidak perlu membawa banyak perangkat dalam kunjungan kerja ke luar negeri.

"Di Pertemuan Puncak G20 banyak berhubungan dengan keuangan jadi saya bawa menteri keuangan. Kalo bu menlu wajib ikut terus," katanya. Dalam kunjungan kerja pertamanya ke luar negeri, Presiden melawat ke Cina untuk mengikuti Pertemuan Puncak Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), ke Myanmar untuk mengikuti Pertemuan Puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Asia Timur serta Pertemuan Puncak G20 di Australia.

Di Cina, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno LP Marsudi, Mendag Rahmat Gobel dan Seskab Andi Widjajanto. Turut serta dalam rombongan tersebut adalah pengamat senior Rizal Sukma dan wakil DPD GKR Hemas.

Di Australia, Presiden didampingi oleh Menlu Retno LP Marsudi dan Menkeu serta Rizal Sukma, sisa rombongan yang lain berhenti di Bali, saat pesawat kepresiden singgah untuk mengisi bahan bakar. Secara keseluruhan rombongan inti Presiden Jokowi berjumlah sekitar 50 orang termasuk pasukan pengamanan presiden dan wartawan sehingga semuanya dapat tertampung dalam pesawat kepresidenan.

Saat ditanya lebih lanjut tentang kesannya dalam kunjungan perdananya itu, Presiden menilai tidak ada yang di luar kebiasaan karena negara-negara sahabat tersebut juga menghargai serta menghormati Indonesia sebagai negara demokrasi dan berpenduduk Muslim terbanyak.

Ia mengaku banyak berbincang-bincang dengan Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam lawatan tiga negara itu. Pada kesempatan itu Presiden juga berkomitmen untuk meminta para menteri terkait menindaklanjuti hasil kunjungan kerjanya itu.

Turut mendampingi dalam konferensi pers yang dilakukan di ruang duduk VVIP Pesawat Kepresidenan itu adalah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Pesawat kepresidenan yang membawa presiden beserta rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 19.30 WIB setelah bertolak dari Brisbane, Australia sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA