Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Pengadilan Internasional Bebaskan Israel Dari Mavi Marmara

Jumat 07 Nov 2014 10:22 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Winda Destiana Putri

Kapal Mavi Marmara

Kapal Mavi Marmara

Foto: WIKIMEDIA COMMONS

REPUBLIKA.CO.ID, HAGUE -- Kepala Jaksa Pengadilan Pidana Internasional (ICC) memutuskan, tidak akan mengambil tindakan atas serangan Israel pada armada Gaza tahun 2010. Meski peristiwa tersebut telah menewaskan sembilan aktivis Turki.

Dilansir dari BBC News, Jumat (7/11) Fatou Bensouda mengatakan meskipun cukup bukti memadai untuk percaya bahwa itu merupakan kejahatan perang namun katanya ICC harus memprioritaskan skala yang lebih besar.

Sementara itu, Israel mengatakan ICC telah menyia-nyiakan waktu pada pengaduan bermotif politik. Sepuluh tentara Israel terluka dalam insiden di kapal Mavi Marmara milik Turki, saat mereka mencoba melanggar blokade wilayah Hamas.

Pengacara yang membawa kasus ini mengatakan mereka berencana untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Agar ada kejelasan hukum dari peristiwa yang menjadi titik awal keretakan mendalam antara Israel dan Turki, yang merupakan mantan sekutu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA