Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Kuartal Tiga, Pendapatan Adaro Meningkat 2,5 Miliar Dolar AS

Jumat 31 Oct 2014 20:04 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir

Foto: Antara/Andika Wahyu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Volume penjualan batubara PT Adaro Energy meningkat  delapan persen menjadi 42,4 juta ton pada kuartal ke tiga 2014.  Pendapatan Adaro pun meningkat tiga persen menjadi 2,507 miliar  dolar AS.

Volume produksi batubara Adaro juga naik delapan persen menjadi  41,9 juta ton. Kondisi ini sesuai penduan produksi 2014 sebesar 54  juta ton hingga 56 juta ton.

Balangan Coal di bawah PT Semesta Centramas (SCM) berhasil  mencapai target produksi kuartal ke tiga dengan total produksi 0,6  juta ton pada September 2014 ini. Sejauh ini, penjualan Balangan  Coal sudah mencapai 0,4 juta ton untuk pasar India dan Thailand.

Meski harga batubara masih tertekan, kinerja Adaro menunjukkan  kekuatan dan efisiensi serta ketahanan model bisnis. ''Adaro tetap  fokus pada kesempurnaan operasi, peningkatan efisiensi,  pengeluaran modal dengan tepat, dan memastikan keandalan  pasokan kepada pelanggan,'' tutur Presiden Direktur PT Adaro  Energy, Garibaldi Thohir, Jumat (31/10).

Divisi penambangan dan perdagangan batubara Adaro yakni Al, Coaltrade Service International Pte Ltd (CTI) dan SCM menyumbangkan 93 persen dari pendapatan usaha. Hingga September 2014, pendapatan usaha bersih dari penambangan dan perdagangan batubara naik tiga persen menjadi 2,338 miliar dolar AS karena peningkatan volume penjualan.

Di divisi jasa penambangan, PT Saptaindra Sejati (SIS) menyumbang pendapatan empat persen. Sementara total pendapatan usaha bersih dari pihak ke tiga dan segmen bisnis lainnya naik 29 persen menjadi 62 juta dolar AS.

Aktifitas pembiayaan kembali Adaro yang sudah rampung tahun ini  juga kian memperkuat struktur modal perusahaan. Adara berupaya  mempertahankan posisi yang tepat untuk mencapai panduan  tahunan pada 2014 ini.

Beban pokok pendapatan perusahaan juga relatif stabil pada 1,921  miliar dolar AS sehingga EBITDA operasional naik 11 persen  menjadi 701 juta dolar AS.

Belanja modal bersih selama sembilan bulan pertama 2014 ini aik sembilan persen menjadi 149 juta dolar AS. Capaian ini kian mendekati target belanja modal yang ditetapkan 200 juta dolar AS hingga 250 juta dolar AS. Adaro juga menghasilkan arus kas bebas yang positif 407 juta dolar AS.

Saldo kas perusahaan tetap kokoh pada 1,6 miliar AS termasuk sisa perolehan dari fasilitas pinjaman Adaro Indonesia senilai 1 miliar dolar AS. Likuiditas yang tetap solit membuat perseroan fleksibel menghadapi masa-masa lesunya pasar batu bara.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA dalam 12 bulan terakhir pun makin baik dan berada para tingkat 1,36x dari 2,06x. Serta rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0,36x dari 0,51x.

Total aset perusahaan meningkat sembilan persen menjadi 7,496 miliar dolar AS. Aset lancari naik 72 persen menjadi 2,268 miliar dolar AS terutama karena kenaikan saldo kas. Sementara aset tidak lancar turun enam persen menjadi 5,228 miliar dolar AS terutama karena penurunan nilai goodwill pada bisnis logistik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA