Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Astaghfirullah, Masjid Tua ini Ambruk, Pertanda Apa?

Selasa 07 Oct 2014 16:41 WIB

Red: Erdy Nasrul

Masjid tua Wapawue

Masjid tua Wapawue

Foto: melayuonline.com

REPUBLIKA.CO.ID, BARITO SELATAN -- Masjid Al Mujahiddin yang berumur ratusan tahun di desa Baru Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Senin malam (6/10) pukul 23.00 Wib ambruk.

Kepala desa Baru, Suriadi, Selasa mengatakan ambruknya masjid yang dibangun pada tahun 1835 tersebut bermula ketika siring penahan terjangan arus Sungai Barito yang berada di samping masjid tersebut retak.

"Retak siring yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut kian membesar dan sekitar pukul 23.00 Wib siring tersebut longsor," ucap Suriadi.

Akibat longsornya siring yang terbuat dari beton tersebut, separuh lantai bangunan masjid anjlok dan bangunan masjid sudah miring sehingga tidak bisa digunakan untuk sholat berjemaah maupun aktivitas ibadah lainnya.

Oleh karena itu dia berharap kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel dapat memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Al Mujahiddin tersebut.

"Kami telah mempersiapkan lahan di RT 3 desa Baru untuk memindahkan masjid itu," ungkapnya.

Pantauan Antara, hingga Selasa siang, separuh lantai dari bangunan masjid Al Mujahiddin desa Baru tersebut anjlok dan tanah yang berada bagian belakang masjid juga mengalami keretakan.

Karena retak tanah semakin membesar, sebagian warga yang rumahnya berada di dekat masjid sudah memindahkan harta benda karena takut akan terjadi longsor susulan.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA