Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Finalis Grand Slam AS Terbuka ini Tolak Penghargaan

Sabtu 27 Sep 2014 18:00 WIB

Rep: C61/ Red: Didi Purwadi

Petenis Jepang, Kei Nishikori.

Petenis Jepang, Kei Nishikori.

Foto: AP/Darron Cummings

REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG -- Kei Nishikori menolak penghargaan Honorary Prefectural Citizen dari pemerintah Prefektur Shimane. Petenis asal Jepang itu beralasan dirinya belum berhak untuk menerima penghargaan tersebut. Dia akan menerima penghargaan dari dewan pemerintah kampung halamannya itu, jika dia benar-benar menjadi juara.

Menurutnya, pemberian sebuah penghargaan adalah sebuah apresiasi yang sangat terhormat. Penerima penghargaan pasti merupakan orang sangat berpengaruh dan memberi motivasi bagi dunia. Sehingga, dia enggan menerima penghargaan itu lantaran dia merasa belum memberikan apa-apa kepada kampung halamannya.

“Pemberian penghargaan itu sudah dua kali, aku menolaknya. Penghargaan itu menjadi penghormatan besar buat saya. Saya berada dalam jalur untuk mencapai tujuan saya," kata Nishikori seperti dikutip dari CNN.

Nishikori tampil menawan di turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2014. Nishikori berhasil tampil di final Amerika Terbuka usai menyingkirkan petenis top asal Serbia, Novak Djokovic, di babak semifinal. Kemenangan yang mengantarkan dirinya ke babak final Amerika Terbuka 2014 itu mendapat perhatian dunia, termasuk warga Jepang.

Kendati, petenis berusia 24 tahun itu harus kandas di final oleh finalis kejutan lainnya Marin Cilic. Namun, torehan itu menjadi pencapaian terbaiknya di ajang Amerika Terbuka. Bahkan, pencapaian itu sekaligus membuat dia menjadi petenis pria Asia pertama yang mencapai final Grand Slam. Maka, dengan prestasinya itu, pemerintah kota kelahiran Nishikori di Prefektur Shimane pun berniat memberikan penghargaan.

Nishikori berharap di kejuaraan Grand Slam berikutnya bisa menyambet gelar, bukan hanya sebagai finalis. Akan tetapi, dirinya tetap bersyukur dengan pencapainnya saat ini. Bagi Nishikori, masuk jajaran 10 besar petenis dunia merupakan suatu kehormatan bagi dirinya juga negara.

Namun, dia juga sadar untuk mengulangi penampilan cemerlangnya itu sulit dilakukan. Sebab, banyak sekali petenis hebat yang selalu berpartisipasi di ajang Grand Slam.

Meski demikian, dia tetap optimistis untuk bisa jadi juara di Grand Slam. “Saya memiliki cukup tenaga dan talenta untuk mencapai final selanjutnya. Saya berharap bisa menjejak langkah serupa lagi suatu hari nanti,” harap Nishikori.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA