Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Pembangunan PPSP Terkendala Lahan

Kamis 18 Sep 2014 12:00 WIB

Red:

SUKABUMI –– Pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudera Palabuhan ratu (PPSP) di Kabupaten Sukabumi, terkendala pembebasan lahan. Dari total lahan yang dibutuhkan seluas 30 hektare, masih sekitar 13 hektare yang belum bisa di bebaskan. Penyebabnya, masih ada permasalahan antara warga penggarap dengan PT Pertamina.

Status dermaga Palabuhan ratu saat ini hanya sebagai Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN). Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2006 menyebutkan, pelabuhan perikanan terbagi menjadi empat kategori, yaitu pang kalan pendaratan ikan (PPI), pelabuhan perikanan pantai (PPP), PPN, dan PPS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto:EMBONG SALAMPESSY/ANTARA

Sejumlah kapal penangkap ikan sedang bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).

"Namun, informasi yang kami peroleh, pembebasan lahan sudah menemui titik terang," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir, kepada Republika, Rabu (17/9).

Kodir mengatakan, lahan yang belum dibebaskan itu, kini berada dalam kepemilikan Per tamina setelah keluarnya keputusan hukum tetap. Karena itu, kata dia, tahap berikutnya yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pertamina dapat melanjutkan proses pembebasan lahan.

Kata Kodir, keberadaan 13 hektare lahan yang dimiliki Pertamina itu sangat penting dalam pembangunan PPSP. Pasalnya, lokasi lahan berada di lokasi pembangunan PPSP.

Pemkab Sukabumi sangat berharap proses pembangunan PPSP dapat dilakukan pada akhir 2014 ini. Terlebih, ren cana pembangunan ini sudah bertahun-tahun namun belum juga dilakukan karena masalah lahan.

"Bila PPSP terbangun, maka kapal besar dapat bersandar di Palabuhan ratu," kata Kodir. Dengan terbangunnya PPSP itu, maka akan mengurangi beban pelabuhan di Jakarta yang dida tangi armada kapal dalam jumlah yang banyak.

Dari data Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan ratu (PPNP) menyebutkan, jum lah kapal yang masuk ke Palabuhanratu mulai dari 30 GT sampai 150 GT sebanyak 847 kapal. Ratusan kapal ini membawa hasil tangkapan ikan yang cukup banyak.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya berharap, realisasi pe ngembangan PPN Palabuhan ratu menjadi PPSP dipercepat. Peningkatan kapasitas ini, kata dia, dinilai akan ber dampak positif.  rep:riga nurul iman ed: agus yulianto

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA