Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Air Permukaan, Solusi Penurunan Tanah Jakarta

Kamis 04 Sep 2014 13:29 WIB

Rep: C66/ Red: Ichsan Emerald Alamsyah

Pengguna air ilegal di daerah Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara ditertibkan pagi tadi (28/8).

Pengguna air ilegal di daerah Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara ditertibkan pagi tadi (28/8).

Foto: ROL/Fian Firatmaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penurunan permukaan tanah di wilayah Provinsi DKI Jakarta dilaporkan terus meningkat. Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengatakan air permukaan dapat menjadi solusi agar mencegah hal tersebut.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan penurunan permukaan tanah di Kota Jakarta mencapai lima centimeter (cm) per tahun. Salah satu solusi agar permukaan tak kembali turun, menurut Sekretaris Ditjen SDA Kementerian PU, Mudjiadi, Kamis (4/9) adalah dengan tak lagi menyedot air tanah terlalu banyak.

Selain itu, masyarakat dianjurkan mengambil air permukaan atau air yang terkumpul di atas tanah. Air dipermukaan termasuk di mata air, sungai danau, lahan basah, maupun laut. 

Penurunan ini terutama terjadi di wilayah utara Kota Jakarta. Hal ini, disamping karena pengambilan air yang kerap dilakukan, di wilayah utara sifat tanah cenderung lunak.

Selain itu, penuruan tanah di banyak wilayah Jakarta juga banyak terjadi karena dipengaruhi pembangunan infrastruktur, seperti gedung-gedung tinggi, juga drainase.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA