Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Pecahkan Rekor 96 Tahun, Petenis Ini Gembira

Kamis 04 Sep 2014 14:47 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Petenis Jepang, Kei Nishikori.

Petenis Jepang, Kei Nishikori.

Foto: AP/Darron Cummings

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kei Nishikori diperingati pelatih Michael Chang agar tidak merasa puas dengan kemenangannya dan menjadi petenis pertama Jepang yang maju ke putaran semifinal, melainkan ia harus tetap dengan targetnya.

Petenis berusia 24 tahun itu pada Rabu (3/9) menjadi petenis Jepang pertama sejak 1918 yang maju ke babak semifinal di New York. Chang, juara turnamen Grand Slam di Prancis Terbuka 1989, mengatakan kepada unggulan 10 Nishikori, bahwa pekerjaannya belum selesai setelah ia menang dalam laga dramatis 3-6, 7-5, 7-6 (9/7), 6-7 (5/7), 6-4 di perempat final atas juara Australia Terbuka Stan Wawrinka.

Baca Juga

"Ia mengatakan kepada saya agar tetap fokus pada pertandingan dan jangan sampai frustrasi, melainkan terus memompa semangat," kata Nishikori mengomentari pelatih yang mengawasinya sejak Januari tahun ini.

"Ia mengucapkan selamat setelah saya unggul dalam pertandingan. Tetapi ia juga mengatakan pekerjaan belum usai. Harus tetap fokus dan bugar kembali dalam dua hari ini, agar dapat tampil lebih baik pada laga mendatang," katanya.

Nishikori menang atas unggulan ketiga Wawrinka dalam waktu empat jam 15 menit, merupakan laga maraton kedua setelah ia butuh waktu selama empat jam 19 menit untuk mengalahkan Milos Raonic pada putaran sebelumnya - pertandingan yang diawali Senin dan berakhir pada 2:26 Selasa subuh.

Nishikori selanjutnya akan berhadapan dengan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic atau Andy Murray, keduanya mantan juara, pada laga Sabtu, untuk menentukan siapa yang berhak maju ke laga berikutnya Senin.

Pemain kelahiran Florida itu mengakui, ia merasa aneh dalam beberapa hari ini setelah melakoni laga marator lawan Raonic. "Saya tidur pukul 6:00 pagi. Rasanya amat sulit karena saya belum pernah merasakan pengalaman itu. Saya merasa seperti mengalami jet-lag, tapi fisik oke oke saja," katanya.

Ia mengatakan bahwa ia gembira dapat bermain selama lima set dan merupakan laga paling lama yang pernah dialaminya dalam laga besar, setelah maju ke babak perempat final Australia Terbuka pada 2012.

"Saya senang dapat bertanding lima set. Saya kira saya memiliki rekor bagus. Saya merasa memiliki rasa percaya diri tinggi. Saya akan lebih fokus dan konsentrasi dan berharap dapat tampil lebih baik lagi walau dalam laga empat atau lima set," katanya.

 

Ikuti informasi terkini seputar sepak bola klik di sini

sumber : Antara/AFP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA