Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Tim Transisi Jokowi-JK: Kami Masih Simulasikan Kenaikan BBM

Senin 01 Sep 2014 20:36 WIB

Rep: Andi Mohammad Ikhbal/ Red: Agung Sasongko

Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi ke mobil konsumen di salah sati stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU), Jakarta, Ahad (16/6). Sementara Menteri Keuangan Chatib Basri memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan naik

Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi ke mobil konsumen di salah sati stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU), Jakarta, Ahad (16/6). Sementara Menteri Keuangan Chatib Basri memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan naik

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Deputi Tim Transisi, Andi Widjayanto mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi kenaikan BBM dengan harga Rp 500, Rp 1.500 dan Rp 3.000, selain itu kapan waktu yang tepat untuk menaikan harga. Ia merekomendasikan, tidak pada Desember dan Januari.

"Sebab, inflasi dalam kondisi tinggi, itu puncak belanja pemerintah, bersamaan libur natal dan tahun baru," ujar Andi.

Dia menambahkan, akan terbuka ruang fiskal pada kisaran Rp 37 - 51 trilun. Namun, dipastikan jumlah tersebut untuk menopang kesejahteraan rakyat, bukan untuk kebutuhan instansi pemerintah. Tim akan mengawal kebijakan agar tidak menyimpang dari program kemasyarakatan.

"Saat ini kami masih dalam proses simulasi kenaikan BBM, termasuk kalau tidak ada kenaikan sama sekali," kata dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA