Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Wapres JK: Pancasila tidak untuk Didiskusikan

Ahad 18 Agu 2019 18:18 WIB

Red: Bayu Hermawan

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Foto: Republika/Prayogi
JK menegaskan Pancasila untuk dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, ideologi Pancasila dirumuskan bukan untuk dibahas dalam seminar, diskusi dan penulisan jurnal. JK menegaskan, Pancasila untuk dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

"Sekali lagi, konstitusi dan Pancasila itu, Bung Karno tidak merumuskannya untuk diseminarkan, tetapi untuk dilaksanakan. Makin dibahas Pancasila itu, makin bingung kita semua rakyat Indonesia ini. Padahal Pancasila sendiri sudah jelas, sudah tegas," kata Wapres JK saat menghadiri Peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV Gedung MPR, DPR, DPD RI Jakarta, Ahad (18/8).

Pancasila seharusnya disampaikan secara sederhana, sehingga setiap pasalnya dapat dihayati dengan baik oleh masyarakat, untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wapres menjelaskan, perumusan Pancasila dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) disederhanakan oleh Soekarno saat itu hingga terangkum dalam lima sila yang mewakili dasar bernegara Indonesia.

"Bung Karno saja tidak membahasnya, justru dia cuma memberikan pilihan. Kalau Pancasila itu terlalu banyak, bikin dengan Trisila - sosio demokrasi, sosio nasionalis, Ketuhanan Yang Maha Esa - tiga saja, jelas, tegas. Kita malah terbalik, dibahas terus menerus, paper-nya panjang lebar, tidak tahu jelasnya apa," jelas Wapres.

Oleh karena itu, Wapres berharap pembahasan atau diskusi mengenai Pancasila sebaiknya tidak lagi dibuat rumit yang justru akan semakin sulit diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semakin sederhana Pancasila didiskusikan, maka semakin mudah masyarakat untuk menghayati setiap silanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA