Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Pakar Geologi Ungkap Tipe Letusan Gunung

Ahad 28 Jul 2019 19:47 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Gita Amanda

Lansekap Kawah Ratu pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Ahad (28/7/2019).

Lansekap Kawah Ratu pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Ahad (28/7/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Erupsi yang terjadi pada Gunung Tangkuban Perahu merupakan letusan freatik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gunung Tangkuban Perahu mengalami erupsi pada Jumat (26/7) lalu. Erupsi ini menimbulkan abu vulkanis yang terpantau mencapai 200 meter di atas puncak kawah. Pakar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo, menjelaskan erupsi yang terjadi pada Gunung Tangkuban Perahu merupakan letusan freatik. Karena itu, tanda-tanda letusan freatik sulit dideteksi.

"Kalau kejadian yang ada di Tangkuban Parahu itu tipe letusan freatik (letusan dangkal) yang tanda-nya sulit teramati," ujarnya saat dihubungi, Ahad (28/7).

Wahyu mengatakan, letusan freatik terjadi akibat uap magma yang berinteraksi dengan sistem hidrothermal. Kejadian tersebut pernah terjadi pada 30 April 2017 di Dataran Tinggi Dieng yang merupakan kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah.

Kemudian, Gunung Merapi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengalami hal serupa pada 21 Mei 2018. Dia menjelaskan tipe erupsi gunung umumnya memiliki dua jenis.

"Tipe gunung api itu umumnya ada dua (letusan), yaitu, eksplosif dan effusif," jelasnya.

Effusif, Wahyu menjelaskan, merupakan magma yang bersifat masam yang hanya mengalir. Hal itu, pernah terjadi pada Gunung Merapi pada Oktober 2010.

Namun, letusan yang berbahaya adalah tipe eksplosif yang meluapkan magma dengan tekanan gas yang kuat. Sehingga, memicu terjadi ledakan dan letusan yang dasyat.

"Biasanya yang kita takuti itu adalah gunung yang sudah lama tidak beraktivitas, dia (gunung) menyimpan energi yang besar tapi tidak pernah terkeluarkan, misalnya Sinabung. kalo meletus dasyat," ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan, gunung yang paling ditakuti yakni gunung yang terletak di lautan, ssebut Anak Gunung Karakatau. Dia mengatakan, letak gunung yang berada di lautan akan dengan mudah menimbulkan Tsunami.

"Karaktau kenapa yang paling berbahaya? karena lokasinya adalah di laut. Itu menimbulkan dampak tsunami," ungkapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA