Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Kedua Pasangan tak Perlu Saling Klaim Kemenangan

Senin 22 Apr 2019 22:40 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Direktur Rumah Mediasi Ridha Saleh

Direktur Rumah Mediasi Ridha Saleh

Rumah Mediasi meminta kedua belah pihak tak saling klaim sebelum hasil resmi KPU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Rumah Mediasi Indonesia, Ridha Saleh, meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara KPU. Termasuk kedua tim pemenangan pasangan capres dan cawapres untuk tidak saling mengklaim kemenangan.

"Elite politik diharapkan memberikan contoh bagaimana melaksanakan demokrasi yang konstitusional," kata Ridha di Jakarta, berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (22/4).

Baca Juga

Mantan anggota Komnas HAM ini mengatakan, elite politik seyogianya mengargai masyarakat yang sudah memberikan hak pilihnya di Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 17 April lalu.  Ridha membeberkan, data partisipasi pemilih di Pemilu 2019 cukup tinggi, mencapai 80,90 persen. Angka itu melebnihi target KPU sebesar 77,5 persen.

"Ini menggambarkan bahwa partisipasi dan kesadaran politik warga negara akan kedaulatan mereka dalam menentukan masa depan bangsa semakin menggembirakan, fakta tersebut tidak bisa diartikan semata-mata karena antusiaisme masyarakat untuk memilih presiden dan wakil presiden atau, untuk calon legislatif, lebih dari itu harus dilihat bahwa pelaksanaan pemilu tahun ini jauh lebih demokratis dan tingkat kepercayaan dan harapan rakyat terhadap pemerintah jauh lebih tinggi," jelasnya.

Partisipasi politik rakyat ini, kata Ridha, harus diletakan dalam konteks besar politik Indonesia. Di mana hak pilih bukan semata-mata berarti hak setiap orang untuk memilih calon yang dipilihnya, melainkan arti dari kemulian hak pilih itu terletak pada keinginan dan partisipasi politik setiap warga negara sebagai pemangku hak pilih untuk menghormati konstitusi. 

"Pada pemilu kali ini, kita masih melihat kendala tehnis dari penyelenggara pemilu yang menyebabkan pelaksanaan pemilu di sejumlah daerah bahkan diluar negeri terjadi insiden hilangnya hak pilih warga negara, karena rumitnya teknis dan baru pertama kalinya kita melaksanakan pemilihan umum secara bersamaan, namun kita juga harus memahami bahwa pemilu kali ini dipersiapkan dengan niat baik oleh penyelengara pemilu," ujar dia.

Hal senada disampaikan pengamat politik, Ujang Komarudin. Ujang menyayangkan fenomena saling klaim kemenangan, sebab proses perhitungan masih berlangsung.

Menurut Ujang, dengan telah usainya perhelatan pesta demokrasi lima tahunan, semua pihak seharusnya bisa lebih mencairkan suasana. Bukan justru saling klaim kemenangan hanya hanya akan menambah suasana politik makin panas. 

"Demokrasi dan kontestasi politik memang mengharuskan kedua kubu yang bersaing untuk memiliki kesabaran tingkat tinggi dalam menunggu hasil perhitungan dari KPU," kata Ujang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA